Minggu, 03 Juli 2016

Sejarah Permen Karet

sumber : Khanfood.com

Bagi Anda yang senang mengunyah permen karet, pernahkah terpikir kapan dan bagaimana benda ini tercipta? Apakah masyarakat kuno juga sudah mengunyah permen karet? Eits, sabar dulu, disini kita akan menilik kisah makanan yang banyak dimakan dikunyah warga dunia.
getah pohon birch ,Sumber : en.wikipedia.org

Permen karet ternyata sudah ada sejak dahulu kala, hal ini dibuktikan dengan bukti bahwa di sebagian masyarakat Eropa utara telah mengunyah getah pohon birch sejak 9,000 tahun lalu dan hal ini kemungkinan dilakukan untuk menyembuhkan sakit gigi. 
pohon chicle, sumber : felipedelbosque.wordpress.com

Pada suku Maya juga ditemukan bukti manusia telah mengenal sejenis permen karet, namun mereka mengunyah apa yang disebut “chicle” yang berasal dari batang pohon sapodilla sebagai salah satu cara mengurangi lapar atau pun haus. Chicle juga diyakini dapat membersihkan gigi dan menghilangkan bau muut yang kurang sedap. Mengunyah chicle juga tidak bisa sembarangan loh, hanya anak-anak dan wanita jomblo ngenes saja yang boleh mengunyahnya di tempat umum.  

John Curtis , sumber : en.wikipedia.org

Dalam kebiasaan suku Indian Amerika Utara, mereka biasa mengunyah getah pohon cemara, kebiasaan ini bahkan diikuti pendatang dari Eropa. Akhir 1840-an, permen karet getah cemara mulai diproduksi serta dijual oleh John Curtis dengan cara merebus getah cemara lalu memotongnya memanjang. Awal 1850-an, ia bahkan membuka pabrik permen karet pertama di Portland. Seiring berjalannya waktu, popularitas permen karet berbahan getah cemara mulai menurun karena rasa yang kurang enak dan mudah hancur bila dikunyah. Curtis serta para pengusaha lainnya berpikir keras dan menemukan bahan pengganti permen karet dan diputuskanlah penggunaan paraffin sebagai bahan utama permen karet.

sumber : emaze.com

Inovasi permen karet kemudian bergulir di New York melalui pemikiran Thomas Adam. Ia mendapatkan ide membuat permen karet berbahan chicle dari Presiden Meksiko yang diasingkan yakni Antonio Lopez de Santa Anna, tidak jelas memang bagaimana hubungan mereka, namun keduanya berusaha mengembangkan chicle sebagai bahan pengganti getah cemara permen karet. Tujuan Santa Anna sebenarnya adalah jika penemuan ini berhasil, keuntungannya akan digunakan untuk berkuasa kembali di Meksiko. Sayangnya, usaha mereka gagal dan Santa Anna hengkang dari pengembangan chicle ini. Adams yang bersikeras mengembangkan chicle yakin jika terdapat keuntungan besar di dalamnya. Ia akhirnya membuat perusahaan permen karet sendiri di akhir 1880-an dan terjual ke seluruh Amerika. Bahan Chicle diimpor dari Meksiko dan Amerika Tengah serta menjadi bahan utama permen karet hingga akhir 1900-an.
sumber : affotd.com

Abad 20 membuka kesempatan William Wrigley Jr., salah satu orang terkaya untuk terjun dalam bisnis permen karet.tahun 1893, ia meluncurkan dua merk permen karet, Juicy Fruit dan Wrigley’s Spearmint. Ia melakukan promosi besar-besaran dalam memasarkan produknya, tidak main-main karena dirinya mengiklankan produk permen karetnya secara luas. Tahun 1915, perusahaan miliknya memberikan jutaan sampel gratis permen karet bagi warga Amerika. Promosi yang tidak kalah besar adalah memberikan permen karet kepada anak-anak dalam ulang tahun kedua perusahaan miliknya.
sumber : graphic-design.tjs-labs.com

Kompetisi juga memberikan rangsangan inovasi permen karet. Bagi Frank Fleer yang telah menjalankan bisnis permen karet sejak 1885 mulai mencari cara bagaimana menaikkan penjualan dan mengungguli pesaingnya. Ia menginginkan permen karet yang bisa dikunyah dan digelembungkan. Tahun 1906, ia meluncurkan permen karet impiannya yakni Blibber-Blubber, namun kurang laku terjual karena terlalu lengket. Barulah tahun 1928, karyawannya yang bernama Walter Diemer berhasil meracik bahan yang tepat dan memutuskan membuat perusahaannya sendiri yaitu Dubble Bubble.
disadur dengan pengubahan dari laman :
http://www.history.com/news/hungry-history/chew-on-this-the-history-of-gum

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon