Senin, 04 Juli 2016

Abad Kegelapan Tidak Selamanya Gelap

sumber :theeducatorscloud-public.sharepoint.com

Kali ini kita akan membahas Dark Age/Era Kegelapan. Apakah benar masa ini begitu kelam? Apakah benar-benar tidak ada kemajuan di dalamnya? Eits, sabar dan simak artikel ini yaa.
en.wikipedia.org

Para ilmuwan Italia adalah kelompok yang pertama kali memperkenalkan kata “Era Kegelapan” di abad ke 14 M, hal ini terjadi karena mereka merasakan bahwa ada penurunan kualitas karya sastra Latin dibandingkan pada masa Yunani kuno ataupun Roma kuno. Kata ini mengalami pergeseran makna hingga digunakan secara jamak untuk menjelaskan secara umum kondisi perlambatan perkembangan kebudayaan di Eropa sejak kejatuhan Roma hingga era awal Renaissance yakni era dimana para ilmuan masa itu mendeskripsikannya sebagai Era Kegelapan Awal (500-1000M). Namun para sejarawan kini mempertanyakan bagaimana penyebutan tersebut bisa sesuai karena kenyataannya tidak separah itu. Kenyataannya, kehidupan Era Kegelapan Awal tidak seburuk bila disandingkan dengan kehidupan suku Barbar, malahan di masa inilah terjadi perkembangan kebudayaan, politik, agama dan kehidupan masyarakat.

Istilah “Era Kegelapan” Digunakan Karena Terjadi Ketidakjelasan Sejarah

sumber :cambridge.org


Sekitar tahun 476 M, beragam suku Jerman menaklukkan Kekaisaran Romawi Barat (termasuk Eropa dan Afrika Utara) serta menimbulkan akulturasi dan asimilasi dengan kebudayaan Jerman. Penyebutan Era Kegelapan menjadi sangat popular karena para penulis sejarah termasuk St. Jerome dan St. Patrick di abad ke lima, Gregory of Tours di abad keenam dan Bede di abad ke delapan mengalami bias/ketidakjelasan sejarah.
Meskipun benar adanya terjadi kemunduran peradaban Roma dan karya sastra yang tidak begitu berkembang bila dibandingkan saat era Romawi kuno, penyebutan Era Kegelapan dating dari ilmuwan era Renaissance beranggapan bahwa era kejayaan Yunani dan Romawi kuno adalah puncak peradaban dunia. Menurut pandangan mereka pula bahwa masa tersebut begitu kelam, penuh kekerasan, kekacauan kepemimpinan dan kemajuan seni yang tidak berkembang.

Gereja Menggantikan Posisi Kekaisaran Roma dan Menjadi Kekuatan Terbesar di Eropa

sumber  www.norsemyth.org


Disaat kehancuran Roma, Eropa di awal Era Kegelapan kekurangan kerajaan besar ataupun kekuatan politik lain yang menguasai Eropa selain era kekuasaan Kekaisaran Charlemagne dari Perancis jauh setelahnya. Sebaliknya, kekuasaan gereja di abad pertengahan mencapai puncaknya di Eropa. Raja, ratu dan pemimpin lainnya di awal abad pertengahan berbagi kekuasaan mereka dengan gereja. Munculnya kekuatan kepausan yang besar diawali pada era Paus Gregory Agung yang berkuasa tahun 590-604 M. Hal ini jugalah yang menjadi penanda bahwa kerajaan-kerajaan di Eropa tidak bisa berkuasa secara tunggal, tidak seperti era kekaisaran Roma. Pembatasan kekuasaan ini terjadi hingga akhir Abad Pertengahan dan memengaruhi terbentuknya Magna Charta dan kelahiran Parlemen Inggris.

Perkembangan Gereja Memberi Dampak Besar Bagi Tata Nilai Eropa





Dominasi Gereja di awal Abad Pertengahan adalah alasan utama bagi para ilmuwan, terutama saat Reformasi Protestan di abad 16 dan Era Pencerahan abad 17 dan 18 M, mengatakan bahwa saat tersebut adalah era kegelapan karena para pendeta menekan perkembangan pengetahuan. Namun pada era awal kekuasaan Gereja justru memacu perkembangan pembelajaran dan sastra dan banyak pendeta di abad pertengahan adalah juga seorang seniman.
Salah satu pendeta yang berpengaruh di abad Pertengahan Awal adalah Benedict of Nursia (480-543) yang mendirikan Gereja Besar Montecassino. Peratuan Benedictine yakni semacam peraturan tertulis yang berisi patokan bagi gereja dan maklumat yang membatasi kekuasaan kerajaan tersebar di seluruh Eropa, peraturan inilah yang menjadi dasar Gereja di Eropa.

Awal Abad Pertengahan adalah Era Keemasan Pertanian



Sebelum Abad Pertengahan Awal, pertanian Eropa terbatas di wilayah selatan, dimana lahan berpasir dan kurangnya air hanya cocok untuk bertani dengan system scratch plough, namun penemuan system heavy plough, yakni menggali lapisan tanah subur yang terpendam sebagai media tanam yang menyejahterakan perekonomian eropa di abad 10M. Salah satu penemuan besar lainnya adalah penemuan semacam kain yang dipasang di punggung kuda untuk melindungi kuda dan meratakan beban. Kuda juga terbukti lebih kuat dan efektif ketimbang banteng. Penggunaan sepatu kuda dari besi menjadi umum juga pada tahun 1000M.
Ilmuwan juga meyakini bahwa sesuatu yakni Periode Hangat abad Pertengahan yang terjadi sejak tahun 900-1300M, selama itulah dunia mengalami kondisi yang reatif panas. Hal ini benar-benar terjadi di Hemisphere Utara, terbentang dari Greenland timur hingga Eropa. Dipadukan dengan kemajuan pesat dalam bidang pertanian serta kondisi cuaca yang mendukung menambah kemajuan di masa tersebut.

Kemajuan Pesat Terjadi dalam Bidang Sains dan Matematika dalam Dunia Islam

sumber en.wikipedia.org


Di antara mitos popular tentang Era Kegelapan, adalah anggapan bahwa gereja Kristen menekan ilmuwan, melarang prosesi otopsi jenasah serta pelarangan segala kemajuan ilmu pengetahuan. Bukti sejarah tidak mendukung pendapat tersebut, mungkin benar adanya jika pengethuan berkembang melambat di Eropa Barat selama abad pertengahan, namun hal tersebut menjadi fondasi ilmu pengetahuan di bagian abad pertengahan berikutnya.
Disaat yang sama, dunia Islam terus melangkah cepat dalam perkembangan matematika dan sains, hal ini terjadi karena penerjemahan besar-besaran buku-buku Yunani dan peradaban lainnya ke dalam bahasa Arab. Terjemahan latin dari buku “The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing,” buatan Al Khawarizmi (780-850M), akan memperkenalkan Eropa dengan aljabar, termasuk perkembangan sistematis pertama dari system persamaan linear dan kuadrat

Renaissance Carolingian Merupakan Era Perkembangan Seni, Sastra, Arsitektur dan Ilmu Lainnya

sumber : pinterest.com
Karl, putra dari Pepin the Short, mewarisi kerajaan Perancis dengan saudaranya
Carloman ketika Pepin meninggal tahun 768M. Carloman pun meninggal beberapa tahun setelahnya dan Karl yang saat itu berusia 29 tahun mengokohkan era yang disebut Charlemagne (atau Charles yang Agung). Lebih dari 50 ekspedisi militer dimulai, pasukannya bertempur dengan tentara islam di Spanyol, Bavaria dan Saxon di Jerman Timur dan Lombardy di Italia, perlahan ia melebarkan kekuasaannya. Sebagai generasi pertama suku Jerman yang menganut Katolik, Charlemagne benar-benar berambisi menyebarkan keyakinannya. Tahun 800, Paus Leo III menggelari Charlemagne sebagai “kaisar Roma” yang berkembang menjadi gelar Kaisar Roma Suci.
Charlemagne berusaha keras mempertahankan gelarnya, membangun Negara yang terpusat, menggiatkan kelahiran kembali arsitektur Roma, melakukan reformasi pendidikan dan menjaga eksistensi teks-teks berbahasa latin. Kunci perkembangan kekuasaan Charlemagne adalah pengenalannya terhadap standardisasi penulisan teks yang dikenal sebagai Carolingian miniscule. Dengan serangkaian perbaikan, hal tersebut merevolusi kegiatan baca tulis dan memfasilitasi penyebarluasan buku dan dokumen lainnya. Meskipun dinasti Carolingian telah hancur di abad 9, kejayaannya tetap terdengar melalui buku, sekolah, kurikulum dan teknik mengajar selama masa Renaissance dan kebangkitan kebudayaan di masa berikutnya.
disadur dengan pengubahan dari laman :
http://www.history.com/news/history-lists/6-reasons-the-dark-ages-werent-so-dark

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon