Selasa, 19 Juli 2016

8 Fakta Menarik Tentang Louis XIV

sumber www.theatlantic.com

1 September 1715 merupakan hari kematian Raja Louis XIV akibat gangrene hanya beberapa hari setelah ulang tahunya ke 77 tahun. Meskipun ia tidak begitu popular saat itu, ia tetap menjadi symbol kejayaan kekaisaran Perancis. Kami memiliki beberapa fakta menarik mengenai kehidupan raja yang menguasai Perancis ke jaman keemasan tersebut.

Ia Menjadi Raja Terlama

sumber bienvenue.chateauversailles.fr

Setelah kelahirannya tahun 1638, empat tahun kemudian ia digelari raja karena kematian ayahnya yakni Louis XIII dan menjadi raja hingga 72 tahun berikutnya. Hal ini menjadikan dirinya sebagai pemegang takhta raja terlama di Perancis bahkan di seluruh Kerajaan di Eropa.

Ia Memerintah Tanpa Perdana Menteri

sumber : www.britannica.com

Disaat belia, Louis XIV menjadikan Mazarin guru sekaligus penasihatnya. Namun ketika kematian Mazarin tahun 1661, ia yang saat itu berumur 22 tahun dengan yakin mengatakan bahwa selanjutnya ia tidak akan mengangkat perdana menteri, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Perancis. Banyak yang menduga ia hanya menggertak, namun ia benar-benar melakukan banyak hal sendiri, seperti mengatur pemerintahan, menghadiri rapat, menulis surat, menjamu duta luar negeri dan membuat strategi militer sendiri dengan baik.

Louis XIV Mengklaim Dirinya Sebagai Utusan Tuhan

sumber : en.wikipedia.org

Meskipun Louis XIV tidak menganut konsep raja yang menjadi pemimpin keagamaan, namun ia berlaku layaknya hal tersebut dan menganggap dirinya mendapatkan kekuasaan dan kekuatan dari Tuhan. Ia memposisikan dirinya seperti Dewa Matahari Apollo dalam mitologi Yunani dan Romawi, lengkap dengan lencana matahari bahkan mementaskan lakon Apollo dalam pertunjukan balet kerajaan. Seperti raja lainnya, ia juga mengklaim memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa. Dalam hari-hari libur besar, ia biasanya “menyembuhkan” pengidap penyakit scrofula/tuberkolosis.

Ia Sangat Terbuka Mengenai Sifatnya yang Tidak Setia

sumber : en.wikipedia.org

Tahun 1660, ia menikahi Marie-Thérèse, anak dari raja Spanyol yang merupakan sebuah proses politik untuk menjaga perdamaian kedua kerajaan. Hal itu tidak menghilangkan sifatnya yang gemar beristri, terbukti ia tiga banyak wanita yang tiga di antaranya mendapatkan status kerajaan semi-resmi, menemaninya ke gereja bahkan hingga medan perang. Wanita yang pertama digelari gelar bangsawan, yang kedua dihadiahi rumah besar dengan 1200 pembantu, dan yang ketiga menikahi Louis dalam pesta rahasia setelah kematian ratu. Banyak dari anak Louis XIV di luar status pernikahan mendapat kehidupan dan pendidikan layak serta menjadi keluarga kerajaan.

Ia Seorang Katolik Taat

sumber : encyclopaediaoftrivia.blogspot.com

Sebagai seorang yang taat, Louis XIV meyakini slogan “satu raja, satu hokum, satu keyakinan.” Dalam menegakkan prinsipnya, ia dengan kejam mengusir rakyat yang beragama protestan yang mencapai 5 persen dari populasi dan dikenal sebagai kelompok Huguenots di Perancis. Pembernontakkan pun terjadi tahun 1685 disaat kekaisaran dianggap merusak kebebasan beragama dan bermasyarakat. Kaum Huguenots yang tetap menjalankan keyakinan mereka dibantai dan sekitar 200,000 lainnya kabur mencari wilayah yang aman. Di saat yang sama pula, Louis XIV mengusir semua Yahudi dari wilayah Indochina Perancis.ia bahkan menghukum aliran katolik lain yang tidak taat kepadanya seperti Jansenist yang percaya bahwa umat manusia sudah menjadi jahat dan Tuhan menunda keselamatan bagi mereka. Tahun 1709 ia melarang aliran tersebut dan menganggapnya sebagai aliran sesat.

Ia Terus Menerus dalam Medan Perang

sumber : hoocher.com


Setelah berbohong mengklaim wilayah Spanyol Belanda (sekarang wilayah Belgia) sebagai warisan dari istrinya, Louis XIV mengirimkan pasukan dalam Perang Waris / War of Devolution tahun 1667. Invasi ini, dan juga Dutch War (1672-1678) serta War of the Reunions (1683-1684) membuatnya menambah wiayah Perancis hingga saat ini. Meskipun dengan keinginan besar memperluas wilayahnya, ia terpaksa terjerat dengan permusuhan di hamper seluruh negara eropa yang bersatu dalam “Sekutu Besar” melawannya dalam dua konflik besar yakni Perang Sembilan Tahun (1688-1697) dan Perang Sukesi Spanyol (1701-1714). Dengan korban jiwa yang tak terhitung, penyakit, kelaparan, ekonomi dalam kekacauan serta pajak yang tinggi, Louis XIV terpaksa mengatasi kehidupan kerajaan yang sulit.

Louis Memiliki Hope Diamond.

sumber : www.smithsonianmag.com

Sebagai orang yang berharap lebih dari kemegahan 700 ruang di Istana Versailles, Louis XIV setidaknya mengerti lebih tentang kemewahan. Impiannya adalah sebuah berlian besar yang nantinya dikenal sebagai berlian French Blue yang jika disinari matahari akan memancarkan pancaran yang sangat berkilau di dalam ruangan berwarna emas. Dicuri selama Revolusi Perancis serta setelah kematian Louis XIV, berlian tersebut diambil alih oleh Britania Raya dengan dipotong ukurannya dan selalu berpindah tangan kepemilikannya. Sekarang berlian tersebut dikenal dengan Hope Diamond yang merupakan batu permata paling terkenal di dunia dan disimpan di museum Sejarah Nasional Smthsonian di Washington D.C. Hal ini berubah ketika sebuah replica dari berlian French Blue dipamerkan, bahkan para ahli menyatakan bahwa berlian French Blue dan Hope Diamond sama persis.

Penerus Louis XIV Memegang Kekuasaan Kedua Terlama Setelah Dirinya


Di akhir kisah hidupnya, Louis XIV menderita banyak masalah dalam keluarganya. Masalah pertama muncul tahun 1711 ketika anak laki-lakinya meninggal akibat cacar. Tahun berikutnya giliran campak yang merenggut nyawa cucu dan cicit laki-lakinya bahkan juga cucu wanitanya. Tersisa dua cucunya yang masih hidup, namun salah satunya meninggal tahun 1714 dalam kecelakaan saat berburu dan satunya lagi terpaksa meninggalkan Perancis untuk menjadi penguasa Spanyol. Harapannya hanya tertuju kepada cicit laki-lakinya yang sakit. Meskipun ia dengan frustasi mengatakan bahwa dua dari anak laki-lakinya dari hubungan luar nikah akan menjadi raja jika cicitnya meninggal, hal itu tidak pernah terjadi. Ketika diangkat menjadi raja pada umur 5 tahun, cicitnya terus memerintah Perancis menjadi Louis XV selama 59 tahun.

 disadur dengan pengubahan dari laman 

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon