Minggu, 17 Juli 2016

5 Fakta Menarik Tentang Leo Tolstoy

Loading...


Terlahir dengan nama Lev Nikolayevich Tolstoy dalam keluarga bangsawan pada September 1828, Leo Tolstoy “dinobatkan” sebagai salah satu pengarang terbaik sepanjang masa. Setelah mereguk kesuksesan dengan buku “War and Peace” dan “Anna Karenina,”          ia justru meninggalkan segala kemapanan yang ia miliki demi mencari kepuasan spiritual, mencari hakikat kehidupan serta menggemakan perdamaian yang menginspirasi perjuangan di masa depan, termasuk perjuangan Mahatma Gandhi dan Martin Luther King Jr.

Kehidupannya Sangat Sesuai Jadwal

sumber www.shutterstock.com


Terlihat dalam 13 hal yang dikatakan Benjamin Franklin dalam autobiografi miliknya, Tolstoy menjalani kehidupan yang sangat teratur. Meski kita saat ini menganggap hal tersebut wajar ―seperti tidur jam 10 malam dan bangun jam 5 pagi, pola makan sehat dan menghindari makanan manis―hal ini karena kehidupan mudanya yang begitu tidak teratur dan buruk. Mulailah di masa dewasa ia mengatur kehidupannya dengan membuat buku kegiatan sehari-hari dan menjalankannya dengan disiplin. Hal ini berlanjut bahkan sampai hal-hal mendetil seperti jadwal mendengarkan music hingga bermain kartu selama ia tinggal di Moskow.

Istrinya Membantu Menyelesaikan Buku “War and Peace”.

sumber www.dailymail.co.uk


Tahun 1862, Tolstoy yang saat itu berusia 34 tahun menikahi gadis 18 tahun bernama Sophia Behrs, bahkan hanya seminggu setelah pertemuan pertamanya. Tahun tersebut juga bertepatan dengan pengerjaan karyanya berjudul “War and Peace,” yang hamper selesai tahun 1865. Hamper setiap saat, Tolstoy selalu merevisi karyanya dan istrinyalah yang bertugas menuliskan kembali karyanya halaman per halaman. Hamper tujuh tahun setelahnya, istrinya selesai menulis ulang naskah tersebut dalam delapan rangkap dengan tulisan tangan.

Hubungannya dengan Pendeta Gereja Ortodoks Rusia Memburuk

sumber en.wikipedia.org

Setelah kesuksesan “Anna Karenina” tahun 1870-an, Tolstoy merasa latar belakang bangsawan miliknya mulai kurang terasa nyaman, bahkan dengan kemapanan dan popularitas yang mulai meroket saat itu. Ia justru merasa hampa dan selalu bertanya-tanya tentang keyakinan yang dianutnya selama ini karena terjadi praktek keagamaan yang dianggapnya menyimpang. Penolakannya terhadap ritual keagamaan dan kritiknya mengenai Negara dan kepemilikan kekayaan menjadi sumber masalah dengan gereja. Pemerintah Tsar lalu menaruhnya dalam penjagaan kepolisian dan Gereja Ortodoks Rusia memutuskan hubungan dengan dirinya tahun 1901.

Ia Menginspirasi Pergerakan termasuk Mahatma Gandhi.

sumber humweb.ucsc.edu


Disaat Gereja dan pemerintah Rusia mencoba menghilangkan popularitas Tolstoy, ia bahkan dengan cepat menarik perhatian banyak orang dengan keyakinannya yakni perdamaian dan kritik terhadap kekerasan serta melawan ketidakadilan dengan damai. Banyak pengikut “Tolstoyans” tertarik dan berguru kepadanya, sementara lainnya mulai mendirikan perkumpulan di Rusia dan belahan dunia lainnya. Kebanyakan dari kelompok ini hanya bertahan seumur jagung dan beberapa lainnya berhasil bertahan hingga kini, termasuk dua cabang di Inggris. Di antara mereka yang terinspirasi dari pemikiran Tolstoy adalah seorang Gandhi, pendiri gerakan pengangum Tolstoy di Afrika Selatan dan saling berhubungan dengan Tolstoy, mengaguminya dengan pemikiran dan filosofi kehidupan yang dianutnya.

Hubungan Pernikahan Tolstoy Kacau Balau

sumber classicbookreader.wordpress.com


Dibalik keharmonisan rumah tangga yang diperlihatkan Tolstoy kepada public, pernikahannya tidak semulus yang dilihat orang-orang. Permasalahan mulai muncul ketika Tolstoy memaksa istrinya membaca buku hariannya sehari sebelum pernikahan mereka. Ketika rasa spiritual Tolstoy mulai tumbuh, hubungan dengan keluarganya mulai merenggang, meninggalkan Sophia dengan popularitas dan kekayaan yang dirintisnya. Sekitar 1880-an, dengan segala aturan yang ketat dari Tolstoy yang membelenggu, istrinya yang muak pun memaksanya mengalihkan hak royalty karyanya setelah mereka mengalami kebangkrutan. Tahun 1910, Tolstoy yang berusia 82 tahun mulai jenuh. Dalam suatu malam ia kabur dari rumahnya dengan salah satu putrinya dan tinggal dalam sebuah rumah kecil milik saudarinya. Kepergiannya tersebut menimbulkan sensasi dan ketika ia ditemukan di rel kereta beberapa hari kemudian. Dalam keadaan sakit, Tolstoy menolak kembali ke rumah dan setelah berjuang melawan pneumonia, ia meninggal dalam desa kecil tanggal 20 November 1910.

diterjemahkan dengan pengubahan dari laman

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon