Selasa, 28 Juni 2016

Indische Partij : Partai Politik Pertama di indonesia

Indische Partij merupakan organisasi nasional besar yang 3, setelah Budi Utomo dan Sarekat Islam. IP (Indische Partij, disingkat) merupakan organisasi pertama yang menyatakan secara tegas berpolitik. Dengan demikian bisa dikatakan IP merupakan partai politik pertama yang didirikan oleh bangsanya sendiri.

Dari kiri ke kanan : Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat, dan Tjipto Mangunkusomo. Sumber : KITLV
Berdiri pada tanggal 25 Desember 1912. Berdirinya IP diprakarsai oleh E.F.E Douwes Dekker (Keponakan dari Eduard Douwes Dekker - Multatuli), Suwardi Suryaningrat, dan Tjipto Mangunkusumo, atau biasa dijuluki Tiga Serangkai. Pemerintah Kolonial kerap menyebut mereka sebagai D-W-T (Douwes-Wardi-Tjipto).

Ketika 1912. Kala itu Hindia Belanda (sekarang Indonesia) sedang terjangkit demam berorganisasi. Hampir tiap bangsa mempunyai organisasi, baik Jawa, Minahasa, Sunda, dll. Menuju ke akhir 1912, sebuah organisasi baru berdiri dengan menawarkan konsep yang berbeda dari yang lain. Gagasan yang dibawa IP cukup berbahaya bagi pemerintah Hindia-Belanda, yakni 'berpemerintahan sendiri'. Dengan cepat IP berhasil mencuri perhatian pemerintah Hindia Belanda lantaran idenya yang membahayakan.

Latar  Belakang

Pada awalnya ide pendirian IP dibawa oleh Douwes Dekker. Ia adalah seorang peranakan (campuran Indonesia-Belanda). DD merasa bahwa pemerintah Hindia Belanda terlalu memojokkan kaum peranakan, dan malah mengutamakan orang Belanda totok (Belanda asli). DD yang merupakan peranakan merasakan ketidak adilan ini, dan akhirnya ia berniat membuat sebuah organisasi yang menolak dominasi kaum totok, pikirnya semua orang yang lahir di Hindia Belanda berhak mendapatkan hak yang sama. Ide tersebut didukung oleh Tjipto dan Wardi. Kebetulan DD ini adalah teman dekat dari Tjipto dan Wardi, bahkan ketiganya pun merupakan bekas anggota Budi Utomo.

Singkat cerita, ketiganya membentuk organisasi Indische Partij, tak hanya organisasi, IP menyatakan bahwa dirinya ikut berpolitik. Nah, maka dari itu, IP diklaim sebagai partai politik pertama yang dibuat oleh bangsa Indonesia.

Tujuan

Pada awalnya, IP dibentuk untuk menolak dominasi kaum totok, dan berusaha menyuarakan keadilan untuk kaum peranakan, karena pada saat itu kaum peranakan sangat terdiskriminasi. Namun, seiring berkembangnya waktu, IP tidak hanya membela kaum peranakan, tapi juga semua orang yang lahir di Hindia-Belanda. Baginya Hindia-Belanda harusnya dipimpin oleh orang yang lahir di sana, Bukan pendatang. Konsep tersebut terkenal dengan nama Indische for Indier, yang artinya Hindia untuk orang yang lahir di Hindia.

Adapun secara resmi dalam anggara dasarnya (Pasal 2), tujuan IP adalah :

  1. Untuk membangun patriotisme semua bangsa Hindia kepada tanah air yang telah memberi lapangan hidup kepadanya. 
  2. Menganjurkan kerjasama atas dasar persamaan ketatanegaraan. 
  3. Memajukan tanah air Hindia. 
  4. Mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka


Perkembangan

Bagi pemerintah Hindia-Belanda, keberadaan IP sangat berbahaya, karena dapat melahirkan rasa nasionalisme rakyat Hindia Belanda. Ini terlihat jelas dari apa yang dilakukan oleh IP, yang berusaha mendobrak diskriminasi rasial.


Untuk menyebarkan propagandanya, IP membentuk majalah Het Tijdschrifc dan surat kabar De Express. Ini lah senjata utama dari IP. Melalui surat kabarnya, IP berusaha meneror pemerintah Hindia-Belanda dengan tulisan-tulisan yang kritis. Salah satu contohnya adalah tulisan dari Wardi, yang berjudul Andai aku seorang Belanda.

Jumlah anggota IP tidak begitu banyak, hanya 7300 orang, kebanyakan mereka adalah peranakan, hanya 1500 yang pribumi. Sedikitnya jumlah anggota IP mungkin disebabkan oleh peraturan Pemerintah Kolonial yang tertuang : 
Pasal 111 Regerings-Reglement (RR), yang berbunyi "Bahwa perkumpulan-perkumpulan atau persidangan-persidangan yang membicarakn soal pemerintahan (politik) atau membahayakan keamanan umum dilarang di Hindia Belanda". 
Pasal ini merupakan tembok penghalang yang sukar ditembus oleh Indische Partij dalam mengembangkan jumlah Anggotanya. Biarpun jumlahnya sedikit, namun anggota-anggota yang tergabung dalam IP mempunyai kualitas yang baik. Mereka yang tergabung dalam IP adalah terpelajar muda yang mempunyai benih nasionalisme Hindia.

Indische Partij Tidak Berbadan Hukum

Jika IP tidak berbadan hukum, artinya mereka tidak diakui oleh pemerintah, dan bisa saja di cap sebagai organisasi ilegal. Bukannya IP tidak mau berbadan hukum, tapi memang Pemerintah Hindia yang tidak mau memberikan pengakuan. Bagi pemerintah kolonial, IP adalah musuh besar yang harus di musnahkan.

Proses pengakuan bermula dari pengajuan anggaran dasar organisasi. Hal ini juga yang dilakukan oleh IP. Melihat anggaran dasar IP, dapat dilihat bahwa organisasi ini berusaha melawan pemerintah kolonial, dan pasti ditolak oleh pemerintah. Adapun alasan resmi dari Pemerintah Kolonial adalah :
Oleh karena perkumpulan itu berdasar politik dan mengancam hendak merusak keamanan umum, harus dilarang pendiriannya, menurut pasal 111 RR
Oke, sekarang IP mengganti anggaran dasarnya yang tadinya bersifat radikal, sekarang diubah menjadi lebih moderat. Di dalam rapat tanggal 5 Maret 1913 pucuk pimpinan Indische Partij memutuskan untuk mengubah bunyi pasal 2 tentang tujuan Indische Partij. Setelah diubah bunyinya menjadi seperti berikut :

  1. Memajukan kepentingan anggota di dalam segala lapangan, baik jasmani maupun rohani
  2. Menambah kesentosaan kehidupan rakyat di Hindia Belanda. 
  3. Berdaya upaya menghilangkan segala rintangan dan Undang-undang Negara yang menghalangi terciptanya tujuan, 
  4. Minta diadakan undang-undang dan ketentuan-ketentuan yang menunjang tercapainya tujuan

Sekali lagi, pemerintah menolak. Baginya ini hanyalah tipu muslihat dari IP, sekali radikal tetap radikal. Secara resmi pemerintah menolak dengan alasan :
Menimbang bahwa perubahan yang diadakan pada pasal 2 anggaran dasar itu, sekali-kali tidak bermaksud merubah dasar dan jiwa organisasi itu yang sebenarnya

 Akhir Cerita
Berkas:Idenburg, A.W.F. Minister van Koloniën.jpg
Gubernur Jendral Idenburg. Wikipedia

1913. Pemerintah Hindia-Belanda berencana melaksanakan pesta besar-besaran memperingati 100 tahun Belanda bebas dari Prancis. Persta ini akan diadakan secara besar-besaran di negeri jajahan. Menanggapi hal ini, Suwardi marah besar, kemudian ini meluapkan kemarahannya dengan tulisannya, Andai aku Seorang Belanda (Als Ik Een Nederlander Was), Tulisan yang indah, sekaligus sangat menusuk pemerintah. Saya harapkan anda membaca dulu tulisan itu.


Tulisan Wardi, menimbulkan reaksi yang hebat dari pemerintah. Bahkan seorang Gubernur Jendral (Presiden kalau sekarang) harus mengeluarkan Hak Exorbinate Rechten (yakni hak menangkap bagi siapa saja yang membahayakan Belanda) untuk trio DWT.

Akhirnya Gubernur Jenderal Idenburg mengeluarkan surat keputusan tanggal 18 Agustus 1913 untuk mengasingkan Trio DWT. Beberapa tempat ditunjuk untuk mereka. Kupang untuk Tjipto Mangoenkoesoemo, Banda untuk R.M. Soewardi Soerjaningrat, dan Bengkulu untuk Douwes Dekker. Disamping itu ditetapkan pula dalam surat keputusan tanggal 18 Agustus 1913 bahwa mereka bebas berangkat keluar Hindia Belanda. Mereka bertiga memilih diasingkan di luar negeri, yaitu ke negeri Belanda. Mereka berangkat ke Negeri pengasingan tanggal 6 September 1913. Hari keberangkatannya ini diproklamasikan sebagai "Hari Raya Kebangsaan". Dengan diasingkannya ketiga pimpinan tersebut, maka secara Organisatoris Indische Partij tidak berperanan lagi di dalam pergerakan nasional Indonesia. Ternyata, pengasingan Tiga Serangkai ke negeri Belanda berpengaruh amat kuat pada mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang belajar

Dengan diasingkannya Trio DWT, habislah riwayat Indische Partij. Organisasi yang baru berusia kurang lebih 6 bulan itu, kini telah dilarang untuk dibangun kembali. Selama 6 bulan berdiri, IP telah berhasil menggoncang panggung politik Hindia Belanda. Walaupun hanya sebentar, namun ajaran IP tentang nasionalisme Hindia telah menyebar ke seluruh Hindia-Belanda.

Referensi
Sribd - Makalah Indische PartijWikipedia

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon