Kamis, 09 Juni 2016

10 Fakta Menarik Tentang Program Luar Angkasa Apollo

Loading...


Tanggal 25 Mei 1961, Presiden Kennedy menandatangani kerjasama dengan Parlemen dan mengumumkan bahwa Amerika Serikat “berkomitmen memenangi persaingan mendaratkan manusia ke Bulan dan kembali ke Bumi dengan selamat sebelum akhir dekade tersebut.” Dalam tahun-tahun berikutnya, tantangan Kennedy menjadi misi utama NASA bernama Program Apollo yang berhasil mendaratkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin ke permukaan Bulan pada Juli 1969. Sepuluh astronot lain kemudian meneruskan langkah mereka berdua dan ketika Program Apollo berakhir tahun 1972, 24 orang telah menjelajahi Bulan. Berikut ini kami telah meghimpun sepuluh fakta menarik tentang proyek luar angkasa yang paling ambisius dalam sejarah.

Program Apollo Mempekerjakan Setengah Juta Orang
footage.framepool.com
Misi pendaratan ke bulan milik Apollo merupakan proyek pemerintah terbesar dalam sejarah Amerika. Selama tahun-tahun puncak, setidaknya dipekerjakan 34,000 orang dari NASA dan 375,000 pekerja dari kontraktor pihak luar selama program ini berlangsung. Terdapat berbagai taksiran jumlah biaya yang dikeluarkan selama misi ini, namun tahun 2008, sebuah penelitian mengungkapkan biaya dalam proyek ini saat sekarang mungkin berkisar  $98 miliar dollar—beberapa kali lebih besar dari alokasi Proyek Manhattan dan sebanding dengan penghasilan $500 bagi semua orang di Amerika tahun 1969.


JFK Memunculkan Wacana Misi Penjelajahan Bulan antara A.S.-Soviet

Popularitas Apollo naik ketika “lomba luar angkasa” antara Amerika Serikat dan Soviet, namun pada September 1963, Presiden Kennedy menggemparkan dunia dengan menyarankan bahwa kedua musuh Perang Dingin tersebut seharusnya bekerja sama dalam misi penjelajahan bulan. “Dalam hal dimana Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki sebuah kemampuan istimewa—bidang luar angkasa—ada ruang untuk sebuah kerjasama, serta banyak keuntungan lain dalam penjelajahan angkasa,”  perkataannya dalam pidato di Amerika Serikat. “Saya termasuk pribadi yang memungkinkan kerjasama dalam ekspedisi ke bulan.” Bujukan Presiden dalam kerjasama tersebut mungkin karena biaya yang terlalu besar dan untuk mengurangi ketegangan dengan Rusia. Meskipun ada beberapa bukti bahwa Soviet mempertimbangkan ide tersebut, ide tersebut menghilang setelah pembunuhan Kennedy tahun 1963. 

Apollo Meledak Bahkan Sebelum Diluncurkan

thejournal.ie


Pada 27 Januari 1967, astronot Gus Grissom, Ed White dan Rogger Chaffee masuk ke wahana Apollo 1 dalam tes prapeluncuran rutin. Ketika mereka duduk di kabin peluncuran, sebuah percikan api dari instalasi kabel menyebabkan kebakaran besar yang menjalar hingga ruang kabin yang dipenuhi oksigen murni. Sistem pintu yang rumit membuar mereka mustahil keluar dan ketika kru kabin dari luar membukanya beberapa menit kemudian, ketiga pria naas tersebut tewas. Kebakaran tersebut menjadi peristiwa pertama dimana astronot terbunuh dalam wahana pesawat luar angkasa. Proyek tersebut terhenti selama 18 bulan dan menjadi titik awal bagi NASA untuk membuat perbaikan desain mendasar yang menambah keamanan dan kinerja pesawat luar angkasa.

Awak Apollo 7 Dianugerahi Emmy Award

symonsez.wordpress.com

Proyek Apollo yang berisi manusia pertama dimulai pada Oktober 1968 ketika Apollo 7 memasuki orbit rendah Bumi dan mengejutkan pusat komando dan peluncuran. Selama 11 hari penerbangan, astronot Wally Schirra, DonnEisele dan Walter Cunningham membuat siaran langsung tv dari pesawat luar angkasa untuk pertama kalinya dan disiarkan “dari ruangan Apollo tercinta, berada di atas segalanya,” siaran tersebut berisi tur singkat dari pesawat luar angkasa dan mendemonstrasikan bagaimana makanan dipersiapkan dalam ruangan tanpa gravitasi dan beberapa lelucon dari awak pesawat. “Pertunjukkan Wally, Walt dan Donn” menjadi sangat popular. Sekembalinya ke Bumi, mereka bahkan dianugerahi Penghargaan Spesial Emmy dari Akademi Nasional Televisi dan Ilmu Pengetahuan.

Neil Armstrong Tidak Dipanggil dalam Peluncuran Apollo 11


purdue.edu

Direktur Operasional Awak Luar Angkasa NASA Deke Slayton menghendaki sistem rotasi awak pesawat Apollo. Setiap tiga orang dalam tim astronot awalnya menjadi kru cadangan dalam penerbangan lalu mereka menjadi kru utama setelah tiga penerbangan berikutnya. Namun, untuk pendaratan ke bulan pertama kalinya Slayton memutuskan memanggil  beberapa kandidat sebagai pemimpin kru pesawat. Gus Grissom adalah kandidat kuat sebelum kematiannya dalam tragedi Apollo 1 dan Slayton kemudian menawarkan posisi tersebut secara tidak formal kepada pemimpin kru Apollo 8 Frank Borman yang nantinya justru menolak serta mengundurkan diri. Akhirnya, kru pesawat legendaris Apollo 11 jatuh kepada Neil Armstrong, Buzz Aldrin dan Michael Collins. "Saya awalnya tidak dipilih dalam misi Apollo 11," Armstrong kemudian menambahkan. "Saya hanya dipilih memimpin penerbangan tersebut yang menjadi pendaratan manusia pertama di bulan."

Sebuah Perusahaan Bra Merancang Pakaian Luar Angkasa Apollo

Ketika Neil Armstrong “melangkahkan sebuah langkah kecil bagi manusia, satu lompatan besar dilakukan umat manusia” bulan Juli 1969, ia memakai pakaian luar angkasa buatan Playtex, sebuah perusahaan yang lebih dikenal dengan produk bra dan pakaian dalam wanita. International Latex Corporation—divisi industry Playtex—memenangkan tender pembuatan pakaian luar angkasa Apollo tahun 1962 dan nantinya memenangkan kontrak desain setelah bersaing dengan dua perusahaan lain. Perusahaan tersebut membuat A7L dan A7LB, sepasang pakaian luar angkasa jahitan tangan yang melindungi astronot Apollo dari benda luar angkasa sekaligus memberikan mereka keleluasaan untuk bergerak mengambil bebatuan bulan sertamelakukan eksperimen ilmiah dan mengemudi mobil bulan. Divisi pakaian luar angkasa Playtex berpisah dari perusahaan tahun 1967 dan berlanjut sebagai kontraktor pembuat pakaian luar angkasa bagi NASA dengan nama ILC Dover.

Apollo 12 Tersambar Petir Dua Kali Selama Peluncuran


nasa,gov
Misi pendaratan ke Bulan Apollo dilaksanakan pada 14 November 1969 dalam cuaca badai yang kencang. Semua awalnya sesuai rencana, namun 36 detik setelah mengudara pesawat dan roket Saturn V tersambar petir. Setelahnya, sambaran kedua mengenai bagian pesawat dan menghancurkan banyak komponen listrik pesawat. Di dalam kokpit, astronot Apollo 12 Pete Conrad, Alan Bean dan Richard Gordon mendengar alarm pusat dan melihat panel peringatan menyala. NASA memutuskan membatalkan peluncuran tersebut, namun seorang pengendali penerbangan mengingatkan sebuah metode meluncurkan peralatan khusus yang memungkinkan awak pesawat menghubungkan kembali panel energy dan mengarahkan panel navigasi kembali mengorbit. Dibalik peluncurannya yang hampir gagal, Apollo 12 berhasil mendarat ke bulan.


Seorang Astronot Apollo Melakukan Eksperimen ESP


rebeccahardcastlewright.com

Selama penjelajahan ke bulan bersama Apollo 14, astronot Edgar Mitchell secara rahasia memabwa eksperimen luar angkasa yakni proyek (Extrasensory Perception/ESP). Mitchell menaruh minat yang besar dalam bidang fenomena psikologis dan sebelum meninggalkan bulan, ia melakukan sebuah tes apakah mungkin untuk mentransmisikan pikirannya melalui angkasa. Saat awak lain seperti Alan Sheppard dan Stuart Roosa tertidur, ia mengeluarkan koleksi kartu miliknya dan menghabiskan beberapa menit berkonsentrasi memikirkan beberapa symbol. Sekembalinya di Bumi, sebuah tim fisika mencoba membaca pikirannya dan menulis beberapa hal di dalamnya. Kelompok tersebut dilaporkan berhasil menebak 51 kali dari 200 pikirannya yang dideskripsikan Mitchell sebagai”hasil yang benar-benar diharapkan.” Beberapa tahun setelah ia kembali dari misi ke bulan, Mitchell kembali melanjutkan penelitian fisika miliknya dengan membangun Institut Noetic Sciences, sebuah lembaga nirlaba yang memfokuskan memelajari kesadaran manusia.

NASA Mengarantina Astronot Setelah Beberapa Misi Penjelajahan ke Bulan

motherboard.vice.com


NASA hanya mengetahui sedikit hal mengenai bulan sebelum misi Apollo—termasuk apakah ada kuman luar angkasa atau tidak. Dalam sangkaan ini, awak Apollo 11,12 dan 14 dikarantina setelah mereka kembali dari luar angkasa. Para astronot diharuskan memakai baju antikontaminasi setelah mereka mendarat dari laut dan mereka ditempatkan selama tiga minggu dalam sebuah trailer bertekanan udara yang disebut Mobile Quarantine Facility/MQF. Dalam misi Apollo 12, astronot bahkan dipaksa menghabiskan thanksgiving mereka dalam MQF dan disiapkan hidangan kalkun spesial untuk mereka. Untungnya para awak Apollo 15,16 dan 17 pihak NASA nantinya mengumumkan tidak ada risiko dari penyakit bulan dan menghentikan karantina mulai tahun 1971.

Kru Apollo 15 Meniggalkan Karya Seni di Bulan


en.wikipedia.org

Ketika peluncuran Apollo 17 berakhir tahun 1972, enam ekspedisi bulan berbeda meninggalkan berbagai hal, mulai dari bagian pesawat yang dibuang hingga eksperimen ilmiah dan bahkan sebuah foto keluarga milik Charlie Duke. Hingga saat ini, benda yang paling tidak lazim mungkin adalah karya”Fallen Astronaut”, sebuah lempengan aluminum buatan seniman Belgia Paul van Hoeydonck yang secara rahasia dibawa oleh komandan Apollo 15 David Scott. Scott meyakini bahwa karya seni tersebut harus menjadi tugu peringatan untuk semua orang yang gugur selama misi eksplorasi luar angkasa, jadi ia menempatkan karya yang berisi 14 astronot Amerika dan kosmonot Rusia yang gugur dalam misi ini.



Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon