Rabu, 25 Mei 2016

Tujuh Tembok Besar di Dunia


Ada pepatah mengatakan bahwa pagar yang baik mencerminkan hubungan yang baik pula, sepertinya hal tersebut juga dicerminkan dalam beberapa peradaban besar dunia. Kembali ke dunia masa silam, dimana pemerintah dan militer telah membangun tembok-tembok besar yang membentang di sepanjang garis pantai, hal tersebut dilakukan untuk memberikan keamanan kepada rakyat dan bahkan mencegah penduduk kabur. Berikut ini tujuh tembok besar di dunia
Tembok Amorite Sumeria
sumber gambar (angelfire.com)


Peradaban tetua yang diketahui ternyata memiliki salah satu tembok besar di dunia. Selama abad 21 SM, raja Sumeria kuno Shulgi and Shu-Sin membangun sebuah tembok pertahanan untuk menghadang serbuan bangsa Amorite, suku nomaden yang telah membuat serangkaian penyerangan di Mesopotamia. Tembok ini dipercaya terbentang sepanjang ribuan mil di antara Sungai Tigris dan Eufrat di wilayah Iraq saat ini. Hal ini sepertinya merupakan benteng panjang pertama, dibangun tidak mengelilingi kota dengan tujuan menghadang musuh selama beberapa tahunn. Para penyerang biasanya menaiki benteng ini atau melewati jalan memutar, di masa raja Ibbi-Sin, bangsa Sumeria dihadapkan pada penyerangan dari suku Amorite maupun Elamite. Setelah kehancuran kota Ur sekitar tahun 2000 SM, lenyap pulalah peradaban Sumeria dari dunia.

Tembok Besar Athena

sumber gambar (etc.usf.edu)


Athena adalah salah satu kota paling kuat dalam peradaban Yunani kuno, namun kota tersebut tetap dapat dihancurkan melalui satu kelemahan : posisinya yang hanya empat mil dari laut. Sekitar tahun 461 SM, penduduk Athena mulai mencari jalan bagaimana menutupi kelemahan ini dengan membangun rangkaian benteng yang terhubung dengan pusat pelabuhan utama Piraeus dan Phalerum. Saat selesai dibangun, tembok ini merupakan pertahanan yang berbentuk segitiga di sekeliling kota dan dijaga oleh angkatan laut Athena. Benteng tersebut memang berfungsi vital, namun selama peperangan Peloponesos dengan Sparta kehadirannya seakan tidak berguna karena menyerahnya angkatan laut dalam peperangan tersebut. Bangsa Sparta kemudian menghancurkan tembok tersebut, namun kembali dibangun dan berdiri hingga tahun 86 SM sampai akhirnya kembali dihancuran oleh jenderal Romawi Sulla.

Tembok Besar Gorgan

sumber gambar (heritageinstitute.com)


Dikenal juga sebagai “Ular Merah” karena warnanya yang merah mencolok, tembok ini terhampar sepanjang 121 mil yang dibangun dari Pantai Kaspia selatan hingga Gunung Elburz di Iran. Tembok ini diyakini merupakan buah karya Alexander Agung—bahkan dikenal juga sebagai “Tembok Alexander” —namun penelitian terbaru menyatakan tembok ini dibangun oleh Bangsa Persia Sasania sekitar abad 5 M. Disaat selesai dibanun, tembok ini merupakan yang terbesar dan terdiri dari 30 benteng, garisun yang terdiri dari 30,000 tentara dan jaringan kanal yang berfungsi sebagai saluran air sekaligus parit pertahanan.

Hadrian’s Wall


sumber gambar (english-heritage.org.uk)


Tahun 122 M, kaisar Hadrian memerintahkan pembangunan sebuah benteng batu untuk menjaga wilayah Britania dari berbagai suku “barbar” yang berasal dari Inggris utara dan Skotlandia. Hasilnya adalah tembok Hadrian, sebuah tembok sepanjang 73 mil yang memanjang dari Solway Firth di pantai barat hingga mulut Sungai Tyne di selatan. Tembok ini kira-kira memiliki lebar 10 kaki dan tingginya 15 kaki yang dijaga pasukan di sisi dalam. Pintunya berjarak satu mil yang memungkinkan garisun mengontrol dan mengamankan kemungkinan serangan dari utara. Meskipun tidak lagi digunakan sejak tahun 140-an karena mereka telah memiliki tembok lain yakni Tembok Antonine, Tembok Hadrian nantinya difungsikan kembali dan menjadi symbol kekuasaan Romawi hingga kehancurannya oleh bangsa Britania abad ke 5 M. Kondisinya selama 1600 tahun yang semakin memburuk karena penjarahan telah mengurangi ukuran aslinya, namun sebagian besar masih bisa kita nikmati hingga kini dan menjadi situs sejarah yang paling ramai dikunjungi di Inggris.

Tembok China

sumber (history.com)


Lebih dari sekadar tembok yang kokoh, Tembok China yang melegenda sebenarnya tersusun atas batu, kayu dan material lainnya yang membentang dari Gunung Gobi hingga perbatasan Korea Utara. Pembangunan awalnya dilakukan abad ke 3 M dibawah kaisar Shi Huang Ti dari dinasti Chin, namun pembangunan yang paling dikenal adalah di antara abad ke 14 hingga 17 M dalam rangka menghalau suku nomaden dari utara pada masa Dinasti Ming. Bagian tembok ini memiliki tinggi hingga 25 kaki dan dibangun dengan batu bata dan semen yang terbuat dari adonan beras dan perasan lemon. Gerbang tembok diposisikan di sepanjang pusat penjagaan dan rute perdagangan serta menara pengawas yang digunakan untuk mengirimkan sinyal asap dan api ketika ada penyerangan. Tembok ini merupakan karya terbesar manusia di dunia, namun terlepas dari kemegahannya tembok ini merupakan tembok yang kurang efektif menahan serangan musuh. Pemimpin Mongol Altan Khan terkenal karena menembus pertahanan tembok dan menyerang Beijing tahun 1550 dan bangsa Manchu kemudian juga berhasil menembusnya dan menggulingkan kekuasaan dinasti Ming.

Tembok Konstantinopel

sumber gambar (atriptoistanbul.com)


Kota Konstantinopel yang saat itu dikuasai kekaisaran Bizantium dikenal karena memiliki sebuah tembok pertahanan yang kuat. Lebih dari 14 mil barikade mengelilingi kota, namun yang paling terkenal adalah Tembok Theodosian yang menghalau musuh menuju jantung kota. Benteng ini juga memiliki parit, tebal tembok ini mencapai 15 kaki dengan tinggi 40 kaki. Pasukan berjaga di tembok sepanjang hari, siap memuntahkan panah api dan senjata yang bernama “ Greek Fire” kepada musuh yang berani menyerang. Tembok ini hampir saja hancur karena serangan bangsa Arab di bawah pimpinan Attila, namun benar-benar dapat ditembus dalam penyerangan kekaisaran Ottoman menggunakan meriam besar. Setelah menggunakan kekuatan artileri untuk menembus tembok dan menguasai Konstantinopel, usaha ini juga ampuh meruntuhkan kekaisaran Bizantium.

Tembok Berlin

sumber gambar (dogonews.com)


Tembok yang dibangun tahun 1961 ini berawal ketika sekutu Soviet Jerman Timur membangun pemisah antara Berlin barat dan timur. Walaupun pemimpin komunis menyatakan bahwa pembangunan tembok ini didesain untuk menghalau kaum fasis serta musuh lainnya, fungsi sebenarnya tembok ini afalah mencegah rakyat Jerman Timur kabur ke Barat. Leboh dari 100 orang terbunuh ketika mencoba menyebrangi tembok setinggi 12 kaki yang juga terdapat aliran listrik dan penjagaan ketat. Ribuan orang lain rupanya berhasil menyebranginya dengan cara menggali di bawah dan bahkan terbang dengan pesawat kecil serta balon udara buatan sendiri. Terlepas dari reputasi buruk, tembok ini bertahan selama 28 tahun sebelum pemerintah Jerman TImur akhirnya membuka akses tanggal 9 November 1989. Peringatan ini dirayakan dengan meriah dan menggiring warga Berlin segera bekerja menghancurkannya dengan godam dan linggis.
Disadur dengan pengubahan dari laman
http://www.history.com/news/history-lists/7-famous-border-walls



Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon