Jumat, 13 Mei 2016

Tujuh Bencana Akibat Ulah Manusia

Tidak dapat dimungkiri manusia telah memberikan warna yang sedemikian rupa bagi bumi sehingga terbentuklah era baru manusia (Ankthropocene). Karya manusia juga mengakibatkan beberapa bencana alam hebat, termasuk di dalamnya tumpahan minyak bumi hingga kebocoran nuklir. Kami telah menelisik lebih jauh tujuh bencana lingkungan yang mematikan selama beberapa abad di bumi

Badai Debu

Selama Perang Dunia I, penduduk terkumpul dan digiring menuju hamparan padang rumput di selatan dimana mereka mengubah vegetasi alami di permukaan tanah dengan gandum dan tanaman lainnya. Dengan pertanian yang mengabaikan factor lingkungan, mereka mendapatkan hasil yang besar selama tahun-tahun basah di sekitar 1920-an. Akan tetapi ketika terjadi kekeringan berkepanjangan tahun 1930-an, tanah yang kering di lapisan atas tersebut mulai terbawa angin menjadi awan debu yang besar. Disaat terjadi badai debu, partikel debu berbahaya terkumpul dalam paru-paru warga yang mengakibatkan ratusan meningggal dan ribuan lainnya sakit. Binatang ternak dan liar juga menjadi korban. Disaat kekeringan telah berakhir, sepertiga warga telah berpindah ke ladang lain yang lebih hijau.

Asap Hebat London

Ketika gelombang udara dingin mendera London tahun 1952, penduduk tanpa berpikir panjang membakar batu bara lebih banyak untuk menghangatkan rumah. Asap bertebaran dan bercampur antara sisa pembakaran pabrik, pembangkit listrik dan asap rumah yang menyesakkan udara kota mulai tanggal 5 hingga 9 Desember 1952. Udara yang menusuk ditambah angin yang tidak berembus kencang, racun tersebut memenuhi kota dan mengurangi pandangan hingga hampir nol meter. Mobil yang berdebu, bioskop ditutup karena tidak ada yang bisa melihat layar karena gelap, bahkan banyak warga yang terjatuh ke Sungai Thames. Asap tersebut bahkan menewaskan lebih dari 4,000 warga London karena infeksi pernapasan selama kejadian dab 8,000 lainnya menderita sampai beberapa minggu kemudian. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka yang terpapar asap memiliki prestasi yang lebih buruk dan lebih sulit mendapatkan pekerjaan.


Minamata Disease

Awal 1950-an, penduduk Minamata mulai melihat keanehan perilaku binatang. Mulut kucing disana banyak mengeluarkan busa dari mulut, bergerak liar dan menenggelamkan diri ke laut, burung jatuh ke tanah dan ikan naik ke permukaan laut. Sebelumnya manusia juga merasakan apa yang dikenal sebagai Wabah Minamata. Hal itu dengan jelas diketahui setelah perusahaan kimia Chisso Corporation yang merupakan salah satu perusahaan terbesar disana membuang limbah merkuri ke laut dan meracuni binatang serta manusia yang memakan binatang laut. Chisso tetap membuang limbah disana hingga 1968, dilaporkan setidaknya terjadi 2,000 kematian, kecacatan bayi, kelumpuhan dan dampak lainnya.

Bhopal

Ketika dini hari tanggal 3 Desember 1984, sebuah awan racun dari zat methyl isocyanate lepas dari pabrik pengolahan pestisida di Bhopal, India, dan dengan cepat menyebar ke seluruh area kota. Gas tersebut menyebabkan sesak napas dan muntah, penduduk yang tidak meninggal selama tidur mereka ditempatkan di sekitar rumah sakit. Bangkai anjing, sapi dan kerbau bertebaran di kota. Penyelidikan nantinya akan menemukan beberapa pelanggaran keselamatan di pabrik tersebut, contohnya adalah peralatan yang rusak dan using. Kurangnya cakapnya manajemen juga berperan : seorang pengawas contohnya masih sempat bersantai karena mengira peristiwa tersebut hanya berdampak kecil. Walaupun hanya perkiraan kasar, sekitar 15,000 penduduk diyakini meninggal dalam kecelakaan industry terburuk dunia. Ratusan ribu lainnya menderita berbagai gangguan seperti kehilangan ingatan serta dampak lain seperti kebutaan dan berbagai kegagalan organ lain.

Chernobyl

Tanggal 26 April 1986, sebuah pengecekan turbin di salah satu reactor nuklir Chernobyl menjadi sebuah petaka, mengakibatkan sejumlah ledakan yang memuntahkan jumlah radioaktif yang besar ke atmosfer. Peristiwa yang ditutupi Soviet tersebut, diklaim hanya menewaskan 31 orang : dua pekerja lapangan di areal pembangkit, satu karena terkena serangan jantung dan 28 lain yang terkontaminasi radiasi dalam jumlah besar. Namun, Chernobyl juga menyebabkan epidemic kanker tiroid yang menyebabkan banyaknya jumlah penderita. Tahun 2005, sebuah lembaga diskusi Amerika Serikat menghitung jumlah kematian tahunan di angka 4,000 jiwa, bahkan organisasi lain mencatat jumlah lebih. Selama mungkin satu abad belakangan, zona tertutup dipasang di sekitar wilayah Chernobyl berpenduduk sepuluh ribu warga yang sekarang tdak bisa ditinggali.

Kebakaran Minyak Kuwait 


Membalas kekalahannya dalam perang Irak, Saddam Hussein memerintahkan pasukan Irak yang jalah untuck membakar 650 tambang minyak Kuwait di akhir Perang Teluk. Asap bakaran minyak membumbung tinggi, menggelapkan sekitar dan menyesakkan pernapasan. Seorang pakar lingkungan A.S menyamakannya dengan “berdiri di belakang pipa knalpot ribuan truk rusak.” Sementara itu, hujan hitam yag merupakan campuran antara air hujan dan asap, jatuh hingga pegunungan Himalaya, sementara ribuan danau tertutup minyak setebal 4 kaki. Ketika pembakaran tersebut terjadi, setidaknya 1 hingga duni miliar barrel minyak terbakar dan lebih dari 100 jiwa meninggal, termasuk 92 tentara Senegal yang menjadi korban kecelakaan pesawat karena jarak pandang yang buruk di langit.

Tumpahan Minyak BP Oil Spill

Tanggal 20 April 2010, tambang minyak lepas pantai di Teluk Meksiko meledak, membunuh 11 pekerja dan melukai beberapa lainnya. Tambang yang dimiliki BP lalu tenggelam dua hari kemudian serta menyebabkan sebuah kebocoran minyak yang tak terkendali selama tiga bulan. Menurut pemerintah A.S., sekitar 4.2 juta barrel minyak tumpah dan meracuni setidaknya lahan seluas 43,000 meter persegi dan 1,300 mil tepi pantai dari Texas ke Florida. Peristiwa ini disebut sebagai kebocoran terburuk di dunia, dan kontan mematikan biota laut serta ribuan burung dan menurunkan wisata bahari. BP telah mengeluarkan miliaran dollar untuk membersihkan wilayah, membayar denda, dan sanksi. 
disadur dengan pengubahan dari laman

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon