Selasa, 17 Mei 2016

Tokoh Otodidak Sejati Yang Mengubah Dunia

Loading...


Disini saya akan memaparkan tokoh-tokoh yang luar biasa tanpa mengenyam pendidikan formal ia dapat mengguncang dunia. Namun bukan berarti saya menganjurkan anda untuk berhenti sekolah dan mengenyam pendidikan formal. Sekolah tetap penting bagaimanapun juga.
Setidaknya sekolah merupakan salah satu jalan menuju kesuksesan. Kisah-kisah ini sebatas mengingatkan anda untuk terus belajar dan belajar. karena kesuksesan datang dari usaha yang terus menerus dan tidak pernah letih untuk belajar.
1. Maya Angelou, Punya Segudang Gelar Tapi Tak Lulus Kuliah
Maya Angelou adalah seorang penyair, aktris, pemain drama, produser film dan juga aktivis hak sipil. Beliau juga seorang penulis, beberapa buku karyanya menjadi best seller di antarnya, I Know Why the Caged Bird Sings. Namun, Maya bukanlah lulusan universitas ternama, bahkan Beliau tidak lulus college-nya. Maya mendapatkan sejumlah gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai perguruan tinggi karena kemauan belajarnya yang begitu keras. Luar biasa dan salut untuk Beliau..
2. Richard Avedon, Maestronya Fotografi
Wow.. ini adalah salah satu fotografer terkenal yang pernah ada di dunia ini. Namanya sudah begitu terkenal. Namun taukah Anda jika Beliau juga belajar secara otodidak dan merupakan DO dari universitas. Begini ceritanya. Setelah lulus SMA, Richard Avedon melanjutkan kuliah di Columbia University. Namun nggak tamat karena Beliau lebih sibuk dengan hobi fotografinya. Ia belajar secara otodidak menggunakan kamera peninggalan ayahnya. Tak lama, ia menjadi seorang fotografer profesional yang menghasilkan banyak karya. Tahun 1944, ia suda menjadi fotografer biro iklan. Namanya makin terkenal setelah ia menjadi fotografer fashion di majalah Harper’s Bazaar. Yang menarik dari fotografer ini adalah teknik yang digunakannya yang unik. Di kalangan fotografer “sekolahan”, teknik yang digunakan oleh Richard dianggap “kontroversial’. Namun banyak juga yang suka dengan teknik dan hasil karya dari maestro ini, bahkan teknik yang digunakan oleh Richard dianggap sebagai teknik modern. Tapi yang pasti, Richard Avedon menjadi makin terkenal dan menjadi disegani oleh para fotografer kreatif .
3. Carl Bernstein… Jebolan Universitas Yang Melengserkan Presiden
Yang satu ini luar biasa sekali, seorang wartawan yang mampu melengserkan Presiden AS. Hasil investigasi wartawan Washington Post ini sangat mengesankan. Salah satunya adalah berhasil membongkar skandal yang bernama “Watergate”. Yup,,, skandal yang mampu menghebohkan dunia itu sangat fenomenal hingga mampu melengserkan Presiden Amerika saat itu, Richard Nixon. Banyak penghargaan yang diarih oleh lagenda wartawan ini, antara lain: Pulitzer (katanya award paling bergengsi untuk jurnalis). Namun yang pasti, Berstein sebenarnya tak sempat menyelesaikan kuliahnya di University Of Maryland. Karier hebat nya ia bangun secara otodidak. Sedikit info nih, kisah hidup Carl Bernstein juga sudah difilmkan, yaitu tentang keberhasilannya mengungkap skandal Watergate, yup.. apalagi kalau bukan film All the President Men.
4. Ray Bradbury: Belajar dari Membaca
Ia hanya lulusan SMA, namun karyanya sangat fenomenal. Bradbury juga merupakan sastrawan modern dengan karya fiksi ilmiah yang sangat fenomenal. Karya Beliau yang saya ketahui antara
lain: Martian Chronicles, The Illustrated Man, dan Fahrenheit 451 (451, kaya formasi bola… ). Ia dilahirkan dari seorang ibu imigran Swedia dan ayahnya seorang tukang listrik dan telepon. Sejak kecil, Ray kecil suka pergi dan tentunya membaca di perpustakaan. Namun karena masalah ekonomi, ia tidak bisa melanjutkan sekolah setelah lulus SMA. Saat ittu, Beliau adalah pedagang koran. Usai mengantar koran, Beliau selalu ke perpustakaan untuk membaca.
Berikut adalah statement Ray “Perpustakaanlah yang mengangkat saya”. Dari perpustakaan jugalah, lahir karya-karya awalnya, cerpen, novel yang menjadi langkah awal kariernya sebagai penulis. Saat ini, beliau menjadi salah satu sastrawan AS terkenal dengan segudang penghargaan, salah satunya National Medal of Art yang diberikan pada tahun 2004 oleh Presiden Goerge Bush.
5. Arthur C. Clarke… Belajar dari Majalah
Penulis kelahiran Inggris ini dikenal sebagai maestro fiksi ilmiah. Di antara karya terkenalnya adalah 2001: A Space Odyssey yang diterbitkan pada tahun 1968 sudah difilmkan. Hal menarik dari Arthur adalah novel-novel karyanya yang beraliran dan dipenuhi oleh cerita-cerita sains.
Namun jangan berspekulasi dulu. Penulis yang satu ini bukanlah ilmuwan lulusan universitas terkenal, ia hanya seorang yang punya kemauan belajar yang besar. Jangankan lulusan universitas, masuk pun tak mampu karena kendala biaya. Kariernya diawali dari bekerja seagai
auditor di sebuah lembaga pensiun. Ketertarikannya pada Sains dimulai sejak SD. Ia menyerap ilmu sains dari majalah-majalah yang ia baca. Dari hanya baca majalah, Arthur mampu menjadi seorang yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Ilmunya pun banyak hingga mampu bekerja di Royal Air Force sebagai spesialis radar dan terlibat dalam pengembangan sistem radar Inggris. Dari hal inilah ia belajar menjadi penulis fiksi ilmiah..
6. Bill Gates Pendiri Microsoft tak Lulus Hardvard
Siapa sih yang nggak kenal Bill Gates, pemakain komputer mana sih yang nggak pernah mendengar Microsoft. Yup… Micorsoft sudah sangat fenomenal dan menjadi bagian dari keseharian manusia. Sebagian besar sistem operasi komputer saat ini adalah buatan Microsoft. Namun taukah Anda jika Bill Gates, sang pendiri kerajaan Microsoft tak lulus kuliah?
Bill mengenal komputer pada umur 13 tahun (1968) saat ia sekolah di Lakeside School. Dan dengan cepat menguasai program basic. Makin hari ia makin tertarik dengan membuat program hingga akhirnya pada 1976, ia bersama Paul Allen dan teman-teman lainnya mendirikan Microsoft. Yup… kini Bill Gates menjadi lagenda komputer dunia dan juga sebagai salah satu orang terkaya yang pernah ada di muka bumi. Luar Biasaa….
7. Walt Disney
Penggemar Disney mana yang nggak kenal dengan Walt Disney. Dunia sudah sangat mengenal siapa tokoh yang satu ini. Tapi, masih banyak juga yang belum tau pendidikan dari pria pendiri Disney ini. Walt Disney ternyata tak tamat SMA. Sejak kecil, Walt sudah menunjukkan bakat
menggambarnya, bahkan ia sudah bisa menjual sketsa gambarnya ke tetangga. Walt tak tamat SMA karena ia memilih bekerja di Palang Merah dengan mencatut umur pada Perang Dunia I, Walt tau betul bagaimana meningkatkan skill menggambarnya. Ia kerja di siang hari dan kursus di malam hari. Dari hobinya itu, Walt bercita-cita menjadi seorang kartunis. Tapi tak mudah, ia
juga sempat dipecat dari tempatnya bekerja. Namun yang menarik adalah kemampuannya dalam belajar dari kesalahan. “Kemanapun saya pergi, saya selalu memikirkan kenapa kesalahan itu
terjadi, dan bagaimana memperbaikinya.” Kalimat itulah yang menunjukan bahwa kita harus meneladani Walt Disney dalam mengatasi dan kesalahan. Berkat prinsip itulah, Walt Disney mampu menjadi seorang entertainer dunia yang sangat terkenal.
8. Art Buchwald, Terus Kuliah Meski Tak Punya Hak Dapat Ijazah
Ia adalah seorang kolumnis jempolan dan orang yang humoris. Karya-karya tulisnya sering dilihat dan bisa di baca di Washington Post di mana ia sering menulis satir politik. Berkat karyanya itu, ia berhasil memperoleh hadiah Pulitzer pada tahun 1982 dan 1986. Art adalah seorang anak keturunan Yahudi Austria-Hungaria. Ayahnya sebenarnya punya bisnis gorden di
keluarganya. Sayangnya, terjadi kebangkrutan ketika resesi melanda Amerika Serikat. Akibatnya, Art Buchwald dititipkan di tempat penampungan anak. Beruntung, setelah kondisi ekonomi membaik ia kembali ke keluarganya. Sosok yang luar biasa ini ternyata tak sampai tamat SMA karena ia keluar dari sekolah untuk bergabung dengan Angkatan Laut Amerika untuk menghadapi Perang Dunia II. Ia masuk marinir dengan mencatut umur, dan ia ditugaskan di Lautan Pasifik sebagai teknisi sayap pesawat tempur AS. Pulang ke AS ia lanjut ke perguruan tinggi. Sebenarnya ia tidak masuk kuliah karena tidak tamat SMA. Namun pihak kampus mengijinkan dengan syarat tak bisa menerima ijazah. Di kampus ia meniti karier dan aktif di koran kampus hingga mampu membuatnya terkenal. Hingga saat ini, Art telah menulis di sekitar 500 surat kabar. Luar biasa…
9. James Cameron
Penggemar film mana yang tak kenal yang satu ini. Yup..James Cameron, sutradara kelahiran Kanada ini selalu berhasil membuat filmnya “meledak” di pasar dunia. Film-filmnya sangat  luar biasa dan masuk dalam jajaran terbaik yang pernah ada. Sebut saja Titanic (1997) dan Avatar (2009). Mungkin banyak yang mengira kalau James Cameron adalah seorang yang kuliah di jurusan teknloggi film. Namun ia kuliah justru di jurusan psikologi. Ia kuliah di Fullerton College jurusan psikologi. Namun ia justru lebih banyak ke perpustakaan di University Of Southern California. Jelas ia membaca lebih banyak tentang ilmu untuk industri film. Namun, James tidak langsung terjun ke dunia film. Ia lebih dulu di drop out dari universitasnya, lalu ia kerja serabutan. Bahkan pernah juga jadi supir truk. Lama kelamaan mintanya muncul untuk terjun ke dunia film. Tahun 1977 ia terpanggil untuk membuat film fiksi ilmiah. Dalam 10 menit
ia berhasil menulis naskah film berjudul Xenogenesis. Untuk membuat film itu ia mengumpulkan uang, lalu menyewa kamera, lensa dan studio. Karena baru pertama kali menggunakan alat-alat itu, ia masih belum mampu menggunakannya. Setelah belajar secara otodidak dan terus menerus akhirnya tahun 1978 film dengan durasi 12 menit itu jadi. Ia berniat meningkatkan ilmu filmnya, namun ia tidak kuliah di jurusan film. Ia langsung belajar pada ahlinya dan segera mempratekannya. Hasil belajar otodidaknya bisa kita lihat sekarang. Film seperti Rambo, Avatar, Titanic, Piranha adalah sederet film hasil karya James Cameron.
10. Lawrence Ellison, Pendiri Oracle Juga Dropp Out Universitas.
Siapa sangka bahwa Lawrence Ellison, sang pendiri perusahaan software terbesar kedua di dunia adalah seorang drop out dari college. Sama halnya dengan pengusaha TI terkenal lainnya, Lawrence juga drop out, tepatnya pada tahun kedua kuliahnya. DO dari universitas ia berkarier di bidang ahli data system. Tahun 1977 ia mendirikan Oracle karena terinspirasi dari sebuah paper karya Edgar F. Codd yang berjudul ‘Relational Model of Data for Large Shared Data Banks.” Hingga kini, Lawrence adalah salah satu pengusaha TI papan atas dunia.
11. Agatha Christie (Agatha Miller)
Agatha Christie adalah seorang penulis novel misteri papan atas dunia. Ia dijuluki Queen of Crime atau Master of The Mystery Novel. Jumlah novel yang ditulisnya ada 80 dan 30 diantaranya diangkat ke film. Anda tahu dimanakah Agatha belajar hingga mampu menjadi penulis yang begitu kreatif dan produktif? Ternyata Agatha hanya belajar di rumah. Ia punya dua
kaka yang berkesempatan sekolah formal, namun ibunya memutuskan Agatha belajar di rumah.
Di usia 5 tahun Agatha sudah bisa membaca. Di usia 8 tahun barulah Agatha belajar dengan tutor/pendamping di rumahnya. Saat Perang Dunia I, Agatha bekerja sebagai perawat. Setelah
menjadi perawat, ia bekerja di apotek. Dengan bekerja di apotek, ia banya mengenal soal racun yang kemudian menjadi modalnya dalam menulis novel misteri. Novel pertamanya lahir setelah Agatha menerima tantangan dari kakaknya untuk menulis novel. Novel pertamanya berjudul The Mysterious Affair at Styles. Sejak saat itu, Agatha mulai aktif dalam dunia penulisan novel. Berikut adalah hasil karya Agtha yang sudah terkenal di dunia:
sumber gambar: pbs.com
sumber tulisan: http://untitled.staff.ub.ac.id/2012/06/29/22-tokoh-otodidak-sejati-yang-mengubah-dunia-part-1/

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon