Sabtu, 21 Mei 2016

Militerisasi Bangsa Indonesia oleh Pemerintah Pendudukan Jepang

Sejak awal masa pendudukannya di Asia Tenggara, Jepang telah merencanakan pembentukan satuan tentara cadangan dari penduduk pribumi yang berada di bawah kekuasaanya. Kebijakan tersebut dicantum dalam rencana induk yang dikeluarkan oleh Markas Besar Tertinggi Angkatan Darat di Tokyo. 
Intruksi tersebut kemudian dipertegas oleh Kementrian Angktan Darat Jepang sekitar bulan April 1942, Markas Besar Tertinggi Angkatan Darat Jepang menyapaikan sebuh intruksi kepada Markas Besar Umum Tentara Kawasan Selatan yang berada di Saigon untuk mengatur organisasi militer cadangan yang beranggotakan penduduk pribumi untuk membantu Jepang di wilayah tersebut. Namun pada mulanya perintah tersebut tidak segera dilaksanakan karena angkatan perang Jepang masih terus-menerus meraih kemenangan sehingga mereka menganggap belum perlu mendapatkan dukungan militer dari penduduk lokal. 
Keadaan berubah drastis ketika perang suci Jepang melawan sekutu mengalami kemunduran sejak awal tahun 1942. Ketika sekutu mulai melancarkan serangan balasan dan Jepang terpaksa mengerahkan semakin banyak pasukannya digaris depan sehingga mengancam posisinya sendiri didaerah-daerah pendudukan. Perekrutan penduduk pribumi menjadi kekuatan cadangan tidak dapat ditunda-tunda lagi. Hal ini tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Staf Tentara Jepang di Wilayah Selatan Letnan Jendral Inada Masazumi, setelah ia memeriksa kekuatan militer Jepang yang semakin lemah di Asia Tenggara-termasuk Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Saran Inada tersebut disetujui oleh Jendral Tojo dan Kepala Urusan Militer Angkatan Darat Jepang. Jendral Kenryo Soto. Dibawah ini merupakan Organisasi Militer yang dibentuk Jepang di Indonesia dalam masa pendudukannya. Tidak semua kebijakan dalam pemerintah pendudukan Jepang membawa dampak negatif. Militerisasi yang dilakukan bangsa Jepang telah membuat bangsa Indonesia terlatih dalam pertempuran. Sehingga kemampuan itu mampu untuk mempertahankan kemerdekaan dari serangan Belanda dan para sekutu. Banyak barisan militer yang dibentuk Jepang, namun saya disini saya hanya menjelaskan yang paling berpengaruh bagi Indonesia.

Heiho
Pada mulanya Heiho dibentuk terutama dari para tawanan perang bangsa Indonesia yang pernah bertugas dalam KNIL.  Kemudia perekrutan dilakukan di antara masyarakat umum. Banyak pemuda Indonesia yang mendaftarkan diri untuk menjadi Heiho. Setelah mendapat latihan militer beberapa bulan secara efektif, ribuan Heiho diberangkatkan ke berbagai medan perang untuk menghadapi pasukan sekutu. Tempat-tempat yang menjadi medan pertempuran antara lain adalah front Burma, Rabaul, Morotai, Balikpapan, dan sebagainya. Menurut Kepala Seksi Operasi Tentara  ke -16, secara militer heiho lebih baik dan lebih terlatih daripada PETA dan mempunyai kemampuan bertempur menggantikan prajurit Jepang. Anggota heiho teruratam bertugas di unit-unit penangkis serangan udara, artileri lapangan, tank, mortir, dan transportasi. 

Salah satu video propaganda dalam perekrutan Heiho



PETA
PETA dan Giyu-gun. Dalam sejarah Indonesi, PETA-dan bandingan Giyu-gun-nya –memiliki arti besar karena dianggap merupakan cikal-bakal dari TNI. Sebenarnya, ide mengenai pembentukan PETA dapat dilihat dari rencana darurat Jepang. Pada awal tahun 1943, Jepang terpaksa mengirimkan lebih banyak pasukan untuk bertempur di wilayah Solomon-Irian sehingga menurunkan kekuatan pasukannya di Jawa menjadi 10.000 orang saja. Letnan Jendral Inada, Wakil kepala staf Tentara Wilayah Selatan Jepang, memberikan usul mempersenjatai bangsa Indonesia ketika ia mengunjungi Jawa. Usulnya kemudia disetujui Tojo ketika perdana menteri Jepang itu mengunjungi Singapura pada bulan Juli 1943. Tepat pada tanggal 8 september 1943, Markas Besar Umum Tentara Wilayah Selatan Jepang di Saigon mengerluarkan perintah untk membentuk Kyo-Bo-ei- Giyu-gun (Pasukan Sukarela pembela tanah air). Tidak seperti Heiho, PETA dipimpin oleh para perwira Indonesia. Para perwira Jepang di unit mereka hanya bertugas sebagai pelatih dan penasihat.   



Video propaganda Jepang dalam perekrutan PETA


Sumber: Djawa Baroe

              DALAM CENGKRAMAN DAI NIPPON(Nino Oktorino)

Baca Juga Sejarah Jepang:
1. Perang Rusia-Jepang klik disini
2. Senjata  Rahasia Jepang klik disini
3. Perang Cina Jepang Pertama, awal dominasi kekaisaran Jepang di Asia klik disini
4. Restorasi Meiji, Lompatan Besar Bangsa Timur klik disini
5. Alasan Jepang menyerah kepada sekutu klik disini
6. Shinsengumi, polisi khusus pelindung Shogun klik disini
7. Sejarah Anime, kultur Jepang yang mendunia klik disini

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon