Senin, 09 Mei 2016

Mengingat Hari Kemenangan Sekutu di Eropa Barat

Loading...


Tanggal 8 Mei 1945 merupakan hari yang bersejarah, di hari ini pula rakyat di berbagai belahan dunia turun ke jalan dan merayakan menyerahnya Jerman dan hari itu dikenal pula sebagai Victory-Europe Day atau V-E day. Pukul 2:41 dini hari kemarin, perwakilan dari sekutu bertemu dengan petinggi Jerman di Reims, Perancis, untuk menandatangani kekalahan secara resmi, namun dengan persetujuan sebelumnya dengan the big three (Amerika, Rusia, Inggris) kabar ini menyebar dengan cepat selama 24 jam dan diumumkan secara luas di London. Lampu kota yang berbentuk V diarak di sekeliling Katedral St. Paul. Di Rusia, seorang penguasa yang hebat sedang merencanakan pergerakan pascaperang di Rusia. Jutaan orang terbunuh selama perang, dan pertempuran masih berlanjut selama beberapa bulan lagi, namun semua terhenti selama beberpa jam untuk merayakan akhir perang dunia.
Terdapat beberapa fakta unik yang perlu Anda ketahui tentang hal ini
Perlu 20 Jam Menyelesaikan Pemberkasan Dokumen Penyerahan Jerman


Setelah Adolf Hitler bunuh diri tanggal 30 April serta keruntuhan Nazi, akhir perang di eropa telah Nampak di ujung mata. Susan Hibbert, sekretaris berkewarganegaraan Inggris di pusat komando pasukan sekutu di Reims, Perancis, mulai bekerja dalam membereskan dokumen dan menghubungi para pemimpin dunia tentang kekalahan Jerman. Tanggal 6 Mei setelah kedatangan Jenderal Alfred Jodl, kepala staf presiden Jerman baru Karl Dönitz di Reims, Hilbert dan koleganya tahu bahwa akhir perang sudah dekat. Pagi harinya, ia mulai mengetik Perjanjian Penyerahan Jerman dalam bahasa Inggris dan hal ini baru selesai 20 jam kemudian. Akhirnya sekitar pukul 2:30 dini hari tanggal 7 Mei, Hibbert dan koleganya memenuhi ruang konferensi untuk melihat momen bersejarah di abad XX tersebut. Jenderal Eisenhower selaku panglima perang sekutu tidak menghadiri acara ini, dan diwakilkan asistennya Walter Bedell Smith. Bagaimanapun juga ia ikut memutuskan bagaimana penyebaran berita ini ke seluruh dunia. Sementara stafnya memaksa untuk membuat deklarasi kemenangan, ia justru memutuskan menyebarkan hal ini secara singkat ke seluruh dunia. Berita ini akhirnya disebarkan tanggal 7 Mei 1945.
Joseph Stalin Memaksa Mengadakan Perayaan Kemenangan Kedua.

Ketika pertempuran mencapai akhir, konstelasi politik pascaperang mulai memanas. Ketika pemimpin Soviet, Joseph Stalin, mendengar tentang perayaan kekalahan Jerman di Reims, ia benar-benar tidak senang. Stalin yang diwakili duta besar Ivan Susparov, tidak diizinkan menandatangani dokumen tersebut karena isi dokumen tersebut berbeda dari yang sebelumnya disetujui. Stalin yang memastikan tentara merah menjadi yang pertama tiba di Berlin dan dengan usahanya mengamankan Berlin sebelum kedatangan pasukan sekutu, juga menolak menandatangani menyerahnya Jerman di Perancis, dan mengatakan bahwa dokumen Reims hanya merupakan kemunduran besar sekutu. Pernyataan Stalin menimbulkan kebingungan; Siaran radio Jerman mengumumkan penyerahan mereka kepada sekutu di Barat, namun peperangan masih terjadi dengan Soviet, dan pertempuran tersebut berlanjut hingga 8 Mei. Akhirnya hamper tengah malam (di Moskow dini hari tanggal 9 Mei), perayaan ini menggema di Berlin. Hal inilah yang menyebabkan perayaan kemenangan di Rusia berlangsung tanggal 9 Mei.
Hari Itu Merupakan Hari Ulang Tahun Presiden Harry Truman


Tanggal 8 Mei 1945 merupakan hari yang istimewa bagi Harry Truman, ia baru menjalani 26 hari menjadi presiden. Hari itu juga bertepatan dengan ulang tahun dirinya yang ke 61 tahun. Ketika ia bertemu dengan para wartawan untuk membicarakan kekalahan Jerman, kemenangan tersebut dipersembahkannya kepada pendahulunya yaitu Franklin D. Roosevelt, yang meninggal sebulan sebelumnya.
Lokasi Perjanjian Penyerahan Jerman Juga Dikenal Sebagai Kota Para Raja

Kota Reims di Perancis seperti halnya di Eropa, telah menderita selama abad XX. Hampir 80 persen kota telah hancur selama Perang Dunia I dan II, hal ini diperparah dengan pendudukan Nazi dan bombardier sekutu mengusir Nazi. Berlokasi di wilayah timur laut Perancis, kota ini dikenal dengan produksi Champagne terbaik di dunia. Kota ini juga memegang sejarah yang penting bagi Perancis, disinilah dimulai penobatan raja Charles VII setelah terbebas dari perang selama  beratus-ratus tahun. Tradisi berlanjut hingga tahun 1825 ketika Charles X menjadi raja terakhir yang dinobatkan di Reims.
Disadur dengan pengubahan dari laman


Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon