Jumat, 27 Mei 2016

Mengenal Marco Polo

Loading...

Tahun 1271, Marco Polo, pedagang asal Venesia, memulai perjalanan bersama ayah dan pamannya dalam perjalanan menyebrangi benua Asia. Selama 24 tahun perjalanannya, Marco Polo akan menjadi orang eropa pertama yang menulis catatan sejarah, budaya dan teknologi dalam perjalanan menuju Timur Tengah. Kami telah menghimpun 11 fakta menarik mengenai kehidupan petualang terbesar di dunia.

Perjalanan Besar Marco Polo Ditulis dalam Penjara
Sumber gambar
Marco Polo dikenal karena jasanya menuliskan catatan perjalanan yang hebat dan berwarna selama perjalanannya ke timur, atau yang dikenal dengan “The Travels of Marco Polo.” Hal yang ironis adalah perjalannya tersebut ternyata ia tulis dalam jeruji besi. Tahun 1298, tiga tahun sekembali dari perjalanan, ia ditangkap setelah memimpin bentrokan antara warga Venesia dan Genoa. Selama dalam penjara ia ditemani oleh Rustichello, temannya yang dikenal ahli menulis cerita. Keinginannya untuk mendokumentasikan perjalanan panjangnya menuntut dirinya mendiktekan cerita perjalannya kepada Rustichello yang menjadi semacam penulis gelap. Setelah buku ini rampung ditulis tahun 1299, kedua pria ini kelak membuat nama Marco Polo menggema dalam catatan sejarah.
Marco Polo Bukan Penjelajah Pertama yang Menuju Asia
Marco Polo mungkin dikenal sebagai penutur sejarah Timur Tengah yang paling kondang, namun sebenarnya bukanlah dirinya yang menjadi penjelajah pertama. Pendeta dari Francisan Giovanni da Pian del Carpini lah yang pertama mencapai China tahun 1240-an, lebih dari 20 tahun sebelum kepergian Marco Polo dan ia berhasil menjalin hubungan baik dengan Khan penguasa Mongolia. Pendeta katolik lainnya yang mengikuti langkahnya adalah William dari Rubruck, ia berkelana ke timur di tahun 1250-an dalam usahanya menyebarkan agama Kristen di Mongol. Misionaris generasi awal inilah yang menginspirasi Prester John, seorang raja legenderis yang konon dipercaya menguasai kekristenan di wilayah timur. Polo nantinya menyebut kerajaan fiksi tersebut dalam bukunya dan bahkan menjelaskan Prester John bertarung sengit melawan Genghis Khan penguasa Mongolia.
Marco Polo Ditemani Ayah dan Pamannya dalam Ekspedisi
sumber gambar : slideshare.net


Beberapa bulan sebelum kelahiran Marco Polo tahun 1254, ayahnya yang bernama Niccolo dan pamannya Maffeo meninggalkan Italia dalam ekspedisi dagang menuju Asia. Kedua kakak beradik tersebut kemudian kembali ke Venesia tahun 1269, saat itu Marco berumur 15 tahun dan bahkan ia merasa asing bertemu ayahnya yang belum pernah ia temui sebelumnya. Meskpiun sebenarnya ia merasa asing dengan ayah dan pamannya, ia tetap bergabung dalam perjalanan tahun 1271. Sebenarnya mereka hanya berniat singgah sebentar di Timur Tengah, namun mereka bahkan menjelajahi Asia bersama lebih dari 20 tahun lamanya.
Marco Polo Menghabiskan Perjalanan sebagai Utusan Kublai Khan
sumber gambar : travelbrochures.org


Mereka bertiga sebenarnya hanya menjual barang langka pada masanya seperti sutera, permata dan rempah, namun perjalanan mereka tidak sekadar berdagang. Marco, Maffeo, dan Niccolo juga dipekerjakan sebagai duta kaisar Mongol Kublai Khan karena hubungan mereka selama di Timur Tengah. Marco muda memiliki hubungan erat dengan Khan yang nantinya membuat mereka berkelana di China dan Asia Tenggara sebagai pengumpul pajak dan duta kekaisaran Mongol. Kepercayaan dan perlindungan Kublai membuat mereka bertiga bisa bergerak bebas ke perbatasan Mongolia. Marco bahkan dihadiahi sebuah “paiza”, sebuah lempengan emas yang menjadi semacam paspor ke akses jaringan kuda kekaisaran mongol. Berkat hal itulah mereka bisa menjelajah Asia tidak sebagai pedagang, namun juga sebagai tamu kehormatan Khan Mongol.
Marco Polo Mendeskripsikan Beberapa Binatang sebagai Makhluk Aneh
sumber gambar : facsimilefinder.com


Sekembalinya dari Asia, Marco polo kemudian berisi penjelasan tentang binatang yang tidak familiar bagi dirinya seperti gajah, monyet dan buaya. Contohnya ia mendeskripsikan buaya sebagai makhluk raksasa bergigi tajam yang bisa memakan memangsa manusia dalam sekejap. Namun dalam perjalanannya ia kebingungan mendeskripsikan binatang yang ditemuinya. Ia bahkan juga menganggap badak asia sebagai unicorn.
Marco Polo Menjadi Orang Eropa Pertama yang Mendeskripsikan Kemajuan China
sumber gambar : amazingxinjiang.com


Sudah menjadi kesalahan yang jamak bahwa Marco Polo mengenalkan pasta ke Italia—sebenarnya makanan tersebut sudah ada di eropa berabad sebelumnya—namun ada sedikit keraguan bahwa ia membuat orang barat memerhatikan penemuan teknologi China. Terlepas dari perjalanan, Marco membuat lazim pembacanya dengan konsep uang kertas yang baru berabad setelahnya diterapkan di eropa berabad-abad setelahnya. Ia juga yang mengenalkan batu bara yang tidak digunakan secara massal sebelum abad 18 dan mungkin ia yang memperkenalkan kacamata ke dunia barat. Sementara itu, ia menawarkan detail kisah sejarah yang lebih mendetail tentang system penjagaan pos Mongol, yakni sebuah system kompleks dari titik pengecekan dan penjagaan yang memudahkan system administrasi Mongol.
Mereka Bertiga Selamat dalam Kepulangannya dari Asia
sumber gambar : lookandlearn.com


Setelah mengalami dua decade perjalanan dan beberapa kali hampir tewas, mereka bertiga menemui hambatan terbesar ketika mereka mencoba kembali ke Italia. Dikhawatirkan kepergian mereka dapat terlihat melemahkan Kublai Khan, ia menolak melepas status utusan Mongol dari mereka. Mereka bertiga hanya diperbolehkan pergi dari Kublai Khan tahun 1292 disaat mereka ditugaskan menemani puteri Mobgolia menuju Persia melalui jalur laut. Meskipun mereka berhasil pulang, misi tersebut menjadi titik terberat perjalanan. Marco nantinya menulis awak kapal yang selamat hanya sedikit dan bahkan mengklaim ribuan orang tewas dalam perjalanan laut mereka.
Mereka Bertiga Bernasib Sial Dalam Perjalanan
sumber gambar : nexttimeteam.blogspot.com

Setelah mereka meninggalkan wilayah Mongol, Marco, Niccolo dan Maffeo tidak lagi dapat mengandalkan perlindungan Kublai Khan. Ketika mereka melewati kerajaan Trebizond, di sekitar Turki, pemerintah setempat merampas sebanyak 4,000 keping emas Bizantium. Terlepas dari kemalangan, mereka berhasil membawa dagangan dan menjadi kaya. Menurut sebuah sumber, orang Venesia menyembunyikan sebagian besar permata milik ketiga orang tersebut dengan memotong permata dan memasangnya di baju mereka.
Banyak Sejarawan Kontemporer Menganggap Maro Polo Berbohong, namun Pada Era Modern Kisahnya Kembali Dilirik
sumber gambar : oldsaltbooks.wordpress.com


Penjelasan Marco tentang istana kerajaan di Xanadu, ibukota Quinsai (Hangzhou modern) dan banyak kekagumannya tentang timur jauh membuat para pembaca menyangsikan kebenaran kisah tersebut. Nyatanya di masa tua, para penduduk Venesia menganggap Marco sebagai pendongeng. Pembaca memiliki beberapa alasan untuk bersikap skeptis : Polo dan penulis kisahnya, Rustichello dianggap berlebihan dan menghayal. Contohnya, ia bahkan kerap memasukkan dirinya dalam bagian pertarungan dan intrik hukum. Walaupun sejarawan modern menganggap kisahnya nyata, beberapa lainnya menganggap kisah tersebut hanya bualan dan bahkan tidak percaya dirinya pernah ke China. Pada hal ini, Marco tidak pernah mengatakan dirinya berbohong. Bahkan dalam kematiannya ia mengatakan hal yang terkenal “Aku belum mengatakan setengah yang kulihat.”
Rute Perjalanan Marco Polo Menjadi Mustahil Dilalui
sumber gambar : huffingtonpost.com


Setelah Kublai Khan meninggal selama perjalanan mereka bertiga kembali ke Venesia, kekaisaran Mongol kehilangan kekuasaannya dan berakibat makin sulitnya usaha Marco kembali ke Timur Tengah. Suku-suku di sepanjang jalur sutera yang menghubungkan barat dan timur kembali mengklaim kekuasaan mereka. Dengan jalur sutera yang semakin berbahaya, beberapa penjelajah terpaksa memutar ke jalur yang jauh lebih jauh. Marco faktanya tidak pernah meninggalkan Venesia selama dua decade terakhir hidupnya.
Kisah Marco Polo Memengaruhi Penjelajah Lain, Termasuk Christopher Columbus
sumber gambar : history.com


Marco Polo tidak pernah menganggap dirinya seorang penjelajah, ia lebih senang dikatakan sebagai musafir, namun perjalanannya yang luar biasa membuat generasi berikutnya terinspirasi melakukan perjalanan. Di antara pengagumnya adalah Christopher Columbus yang mencatat kisahnya seperti Maco Polo dalam perjalannya ke Dunia Baru. Columbus yang tidak menyadari keruntuhan Mongol bahkan ingin menjalin hubungan dengan keturunan Kublai Khan.

 disadur dengan pengubahan dari laman

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon