Minggu, 08 Mei 2016

Mengenal Assasin

Loading...


Pernahkan Anda memainkan permainan Assassin’s Creed? Sadarkah Anda bahwa Assasin itu benar-benar nyata? Kalau Anda belum mengetahui hal tersebut, mari kita mengenal lebih dalam tentang hal tersebut.
Saat ini kata assassin lebih merujuk kepada seseorang yang misterius, melakukan serangkaian pembunuhan dengan tujuan politis ketimbang untuk dendam atau pun uang. Hal yang mengejutkan bahwa penggunaan kata tersebut tidak berubah sejak abad kesebelas hingga tiga belas masehi disaat para assassin membunuh dan mengintimidasi para pemimpin dan ulama. Jadi siapakah sebenarnya para assassin tersebut? Bagaimana peran yang mereka ambil dalam sejarah Persia, Syria, Turki serta Timur Tengah?
Asal Mula Assassin

Karena perpustakaan para Assassin telah hancur bersama benteng mereka, kita tidak dapat mengetahui bagaimana sebenarnya sejarah keberadaan mereka dari sudut pandang Assassin sendiri. Kebanyakan cerita yang bertahan datang dari musuh-musuh mereka, dari sumber sumber sekunder kedua ataupun ketiga di Eropa.
Namun yang perlu kita catat bahwa Assassin merupakan percabangan dari aliran Syiah Ismailiyah. Pendiri Assassin konon merupakan salah satu ulama Syiah Ismailiyah yang dipanggul Hasan Sabbah, mereka diketahui menyusup ke dalam kastil Alamut dan membunuh Raja Daylam tahun 1090 M. Dari kastil di puncak gunung ini, Hassan Sabah dan para pengikutnya mendirikan sebuah jaringan kesatria dan menantang pemerintahan Turki Seljuk dan para Muslim Sunni yang memerintah Persia masa itu.

Asal Nama Assasin


Tidak ada yang benar-benar mengetahui dari mana nama tersebut berasal. Teori yang paling umum menyatakan bahwa nama tersebut berasal dari bahasa Arab yakni hashishi, berarti "penghisap hashish (ganja)." Para penjelajah termasuk Marco Polo mengklaim bahwa pengikut Sabbah melakukan pembunuhan dalam pengaruh narkoba. Tapi etimologi ini mungkin muncul karena rekaan semata. Dalam beberapa waktu Hassan Sabah justru menafsirkan dengan tegas Ayat Al-Qur’an yang melarang hal yang memabukkan. Sebuah teori yang lebih kuat dari bahasa Arab Mesir yakni hashasheen yang berarti “orang yang berisik” atau “pembuat onar” 

Strategi Assassin

Dalam upaya membebaskan diri dari pemerintahan yang Anti-Nizari, ulama, dan para bangsawan, Assassin akan dengan rinci mempelajari bahasa dan budaya target mereka. Seseorang dari mereka akan menyusup menjadi hakim atau lingkaran dekat korban, terkadang mereka menjadi penasihat atau pelayan kerajaan selama bertahun-tahun. Barulah ketika saat yang tepat sang Assassin akan menusuk sultan, wazir ataupun mullah dengan belati dalam sebuah serangan kejutan. Para Assassin telah dijanjikan menghuni surga jika gugur dalam aksi tersebut. Para petinggi kerajaan di seantero jazirah Arab benar-benar ketakutan karena aksi ini, bahkan banyak dari mereka sampai memakai perisai atau baju rantai di dalam baju mereka hanya karena mengatasi rasa kecemasan mereka.

Korban Assassin

Kebanyakan korban Assasin adalah dari kerajaan Turki Seljuk dan sekutu mereka. Korban pertama dan paling dikenal adalah Nizam al-Mulk, seorang Persia yang mengabdi menjadi wazir Turki Seljuk. Ia dibunuh pada Oktober 1092 oleh seorang Assassin yang menyamar menjadi seorang Sufi. Khalifah Mustarshid juga terbunuh tahun 1131 dalam pergantian kekuasaan. Tahun 1213, sepupu Syarif Mekah dibunuh oleh Assassin. Ia sangat marah karena sepupunya tersebut sebentar lagi mewarisi takhta dirinya.

Assassins vs. Seljuk

Mengapa Assasin membunuh penguasa Seljuk? Sebagai pengikut Syiah, banyak orang Persia yang diperlakukan buruk oleh kaum Sunni Arab yang mengendalikan kekhalifahan berabad-abad. Ketika kekuasaan khalifah bermasalah di abad 10-11 M serta para pasukan salib menyerang mereka di Mediterania merupakan kesempatan emas menyerang.
Namun, ancaman baru terpampang di timur, dalam pasukan Turki baru. Kepercayaan agama yang kental, militer yang kuat membuat kaum Seljuk menguasai wilayah luas termasuk Persia. Karena jumlah mereka yang banyak, kaum Nizari tidak bisa mengalahkan mereka di pertarungan terbuka. Dari serangkaian benteng di pegunungan Syria dan Persia, para Assassin dapat membunuh para pemimpin Seljuk dan menebar ketakutan di antara sekutu mereka.

Kemajuan Mongol


Tahun 1219 penguasa Khawarezm atau sekarang bernama Uzbekistan membuat sebuah kesalahan besar. Dia telah membiarkan sekumpulan pedagang Mongol terbunuh di kotanya. Genghis Khan kontan saja marah dan mengirim pasukannya menghancurkan kota. Untungnya para Assassin disana bersekutu dengan Mongol saat itu. Tahun 1237, bangsa Mongol telah menguasai hamper seluruh Asia Tengah. Hampir semua benteng Persia telah hancur kecuali benteng Assassin yang berjumlah sekitar 100 benteng.

Para Assasin telah menikmati kekuasaan yang besar di wilayah tersebut antara tahun 1219 hingga penaklukan Khawarzm tahun 1250 M. Namun cucu Genghis Khan yakni Mongke Khan berambisi menaklukan kota Baghdad yang merupakan jantung islam saat itu.

Karena ketakutan Assassin terhadap ambisi Mongke Khan di wilayahnya, pemimpin Assassin mengirim beberapa anggotanya untuk membunuh Mongke. Mereka berpura-pura menawarkan diri menjadi pelayan Mongol Khan, lalu menusuknya. Para pengawal Mongke mengejar mereka dan menangkap para Assassin, namun aksi itu tetap sukses.

Keruntuhan Assassins:


Saudara Mongke Khan yaitu Hulagu Khan mengirim pasukannya untuk menghancurkan markas utama Assassin di Alamut. Pemimpin sekte yang memerintahkan pembunuhan Mongke telah dibunuh oleh pengikutnya sendiri disaat mabuk, dan anaknya yang tidak bisa apa-apa kini memimpin.
Bangsa Mongol mengerahkan seluruh kekuatan mereka menuju Alamut, mereka juga menawarkan pengampunan kepada para pemimpin Assassin yang menyerah. Pada 19 November 1256, mereka menyerang Assassin. Hulagu mengarak pemimpin Assassin yang tertangkap kepada semua Assassin yang tersisa, dan satu demi satu menyerah. Bangsa Mongol menghancurkan kastil di Alamut dan tempat lainnya, hal ini menyebabkan para Assassin tidak dapat memanggil bantuan dan berkumpul disana.
Tahun berikutnya ketika pemimpin Assasin meminta izin untuk pergi menuju Karakoram, Ibukota Mongol, untuk mengabdikan diri kepada Khan secara pribado. Setelah perjalanan panjang, ia sampai namun tidak dihiraukan. Sebaliknya para pengikutnya dibawa ke pegunungan dan dibunuh. Hal inilah diyakini sebagai akhir cerita dari Assassin.

Sumber:

Franzius, Enno. History of the Order of the Assassins, New York: Funk & Wagnalls, 1969.
Hodgson, Marshall. The Order of Assassins: The Struggle of the Early Nizari Ismailis against the Islamic World, 's-Gravenhage: Mouton & Co., 1955.
Lewis, Bernard. The Assassins: A Radical Sect in Islam, New York: Octogon Books, 1980.
Weatherford, Jack. Genghis Khan and the Making of the Modern World, New York: Three Rivers Press, 2004.


http://asianhistory.about.com/od/iran/p/assassinsprofile.html

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon