Sabtu, 07 Mei 2016

Mengenal Alan Turing, Tokoh Peletak Dasar Komputer

Anda mungkin tidak mengenal Alan Turing, memang tokoh ini begitu asing bagi kita namun beliau berjasa meletakkan fondasi dalam dunia digital kita sekarang termasuk komputer ataupun ponsel pintar yang kita pakai.   Ia merupakan ahli matematika, logika dan kriptografi (ilmu memecahkan sandi). Ia dikenal dalam keberhasilannya memecahkan mesin komunikasi rahasia enigma milik Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Kerja kerasnya memberikan pasukan sekutu petunjuk dan arahan yang dibutuhkan dalam memenangkan  perang di benua biru serta mengilhami penciptaan komputer.
Hidupnya berakhir tahun 1954, dua tahun setelah ia dinyatakan sebagai seorang homoseksual. Saat itu homoseksual merupakan sebuah kejahatan di Inggris, dan Alan dijatuhi hukuman atas perbuatan tidak senonoh. Dalam umur yang baru menginjak 41 tahun, ia bunuh diri dengan memakan apel yang telah ditaburi sianida di rumahnya. Selama kematiannya, masyarakat tidak mengetahui jasa Alan dalam Perang Dunia, hal ini kemudian berakhir ketika Ratu Elizabeth II secara resmi mengampuni dirinya dan menganugerahi gelar pahlawan kepadanya. Dalam wawancara dengan Andrew Hodges, penulis biografi “Alan Turing: The Enigma” kita dapat mengetahui beberapa fakta menarik tentang Alan Turing. 
1.      Seorang Pelari Profesional
Ia diketahui telah menjalani beberapa cabang olahraga, seperti dayung, namun ia lebih menyukai lari. Menurut Hodges, ia sering berlari menuju tempat yang dituju. Ia terbiasa berlari sejauh 10 mil di antara dua tempat kerjanya, Laboratorium Fisika Nasional dan gedung elektronik di Bukit Dollis, ia juga berlari lebih cepat ketimbang kendaraan umum yang menuju tempat kerjanya. Ia bergabung dengan klub lari, dan beberapa kali memenangi lomba lari tingkat amatir. Tahun 1948, waktu terbaik dalam marathon yang ditempuhnya selama 2 jam 46 menit 11 detik serta hanya berselisih 11 menit dengan juara Olimpiade tahun tersebut. Ketika teman satu klubnya bertanya mengapa ia berlatih begitu keras, ia menjawab bahwa dengan berlari ia dapat lepas dari pekerjaannya yang membebani pikirannya. 

2.      Menganut Nilai Kaum Hippies

“Ia adalah seorang hippie sepanjang hidupnya” kata Hodges. “Ia terbiasa memakai pakaian yang santai setiap hari, dan berpikir serampangan.” Jika ia hidup beberapa dekade nanti, ia mungkin menggunakan kaos santai dan celana jeans setiap hari, tukas Hodges. Hal yang lazim untuk melihat Turing berpakaian acak-acakan, dengan kuku yang digigit serta tanpa memakai dasi. Wajahnya yang awet muda membuatnya sering dikira sebagai mahasiswa tingkat pertama bahkan dalam usianya yang 30-an. Ia juga bertukar pikiran mengenai pandangannya yang kekiri-kirian dengan koleganya di Kings College, termasuk John Maynard Keynes dan Arthur Cecil Pigo. Walaupun ia mengikuti pergerakan antiperang tahun 1933, ia tidak pernah terpengaruh dunia politik. Namun ketika melihat kebangkitan Hitler tahun 1930-an membuatnya khawatir, hal ini ini pula yang menambah ketertarikannya menekuni bidang kriptografi yang menentukan kemenangan pasukan sekutu melawan Nazi di kemudian hari.   
3.      Memperoleh Nilai Buruk dan Membuat Guru Frustasi

Tahun 1920-an, Sains merupakan pelajaran kedua yang diminati dalam sekolah umum di Inggris, tambah Hodges. Minatnya kepada Sains membuat malu ibunya malu, ibunya menginginkan dirinya belajar Ilmu Budaya yang saat itu merupakan kelas paling sesuai bagi pria. Nilai sekolahnya pun biasa saja, namun ia mendapat banyak laporan dari guru-gurunya. Contohnya seperti laporan guru bahasa Inggrisnya yang mengatakan bahwa kebiasaannya jorok, tidak teratur, serta pendapatnya yang tidak ditoleransi mengenai Alkitab Perjanjian Baru. Nilai matematika dan sains miliknya juga tidak lebih baik. Ia hampir putus asa dan berhenti mengikuti Ujian Sekolah tingkat nasional karena takut akan gagal.                     
4.      Juga menekuni Fisika, Biologi, Kimia dan Neurologi

Jasa terbesar Alan sekarang adalah sebagai ilmuwan computer. Tahun 1936, ia mengembangkan Mesin Universal Turing yang merupakan cikal bakal computer. Ia juga mengembangkan sebuah uji coba kecerdasan buatan tahun 1950 yang juga masih digunakan saat ini. Namun ia juga memelajari fisika, terutama ketika remaja. Ia membaca teori relativitas Einstein saat remaja, serta setalah itu menulis buku catatan tentang pemikirannya tentang teori tersebut. Ia menekuni mekanika kuantum, bidang yang baru saat itu, juga biologi, kimia, dan neurologi setelah perang usai. Banyak karya miliknya yang berhubungan dengan mesin yang dapat “berpikir dan belajar”. 

5.      Mengembangkan Cabang Baru Ilmu Biologi

Bahkan disaat kecil, Turing telah melihat dunia dalam perspektif seorang peneliti, kata Hodges. Ada gambaran yang terkenal dalam masa kanak-kanak Alan yakni mengamati bunga aster tumbuh, sementara anak seusianya bermain hoki. Masa kanak-kanak miliknya tersebut suatu hari dapat mendasarinya dalam morphogenesis, cabang ilm matematika biologi yang dibuatnya. Morphogenesis merupakan penjelasan matematis tentang bagaimana sesuatu tumbuh. Karya miliknya telah 8000 kali dikutip.  

6.      Gagap Berbicara
Benar bahwa Alan berbicara dengan gagap, sesuatu yang diangkat secara berlebihan, kata Hodges. Ia perlu mencari kata yang “tepat”. Dalam biografi miliknya ia mencatat bahwa Turing adalah orang yang sangat sulit diwawancarai karena hal tersebut. 

7.     Membuka Identitas Gay kepada Teman-temannya
Hokum yang saat itu berlaku menghalanginya untuk secara terbuka menjadi gay, namun ia tidak pernah menutup identitasnya tersebut kepada teman-temannya. Ia terbuka kepada temannya di Kings College in Cambridge, yang merupakan “oasis keterbukaan” saat itu. Tahun 1952, ia ditangkap atas perbuatan “tidak senonoh” karena hubungannya dengan pria. Ia tidak menolak dakwaan tersebut. Menurut Hodges, ketika ia ditangkap, hal pertama yang dikatakannya adalah ia tidak boleh melawan hokum, Ia juga memberi alasan yang tidak bisa diterima yang secara rinci memberitahu apa yang dilakukannya tersebut. 
8.  Menolak Hukuman Kebiri Kimia


Hukuman atas homoseksual adalah kebiri kimia yang merupakan serangkaian penyuntikan hormon yang membuat Alan menjadi Impoten. Hal itu juga mengakibatkan gynecomastia atau menumbuhkan payudara. Namun Alan menolak hal tersebut karena menghambat pengerjaan karya miliknya.
Ia secara terbuka berbicara tentang hukuman tersebut, bahkan dalam lingkungan pria di lab computer. Ia menentang hukuman yang tidak masuk akal tersebut. Ia bahkan pergi ke Norwegia dan Mediterania dimana terdapat pergerakan kaum gay. Homoseksual ditetapkan sebagai ancaman keamanan negara saat itu, dan dakwaan tersebut membatasi diri Alan. Disaat ia dilarang meninggalkan negara tersebut, menurutnya adalah sebuah hantaman besar bagi dirinya, dan mengakibatkan dirinya melakukan bunuh diri. 
disadur dengan pengubahan dari laman
(Baca juga: pemecahan kode enigma, penentu kemenangan sekutu)


Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon