Jumat, 20 Mei 2016

Fakta Menarik Pertempuran dalam Front Timur Perang Dunia II


Selama Juni 1941 hingga Mei 1945, Nazi dan Uni Soviet melakukan sesuatu yang nantinya menimbulkan dapmpak luar biasa di sector timur Perang Dunia II. Perang tersebut menjadi salah satu perang paling mematikan sepanjang sejarah serta membalikkan keadaan dalam Perang Dunia II. Dalam pertempuran tersebut juga terjadi beberapa kesalahan strategi, penderitaan yang besar bagi semua orang. Berikut ini adalah delapan fakta yang perlu Anda ketahui dalam Perang Dunia II di front Eropa Timur.
Joseph Stalin Mengabaikan Peringatan Serangan Jerman

Pendudukan Jerman ke Rusia memang merupakan penyerangan terbesar dalam sejarah, namun menurut beberapa sumber justru hal tersebut tidak mengejutkan. Disaat sebelumnya mereka menandatangani perjanjian perdamaian antara mereka bulan Agustus 1939, banyak pihak yang berspekulasi Jerman akan menyerang Rusia suatu saat nanti. Namun Stalin mengindahkan hal tersebut. Beberapa bulan sebelum penyerangan Jerman, ia mengabaikan banyak laporan intelijen Soviet tentang invasi Jerman yang nyata. Stalin juga percaya alasan Hitler yang menaruh pasukan di perbatasan soviet karena pasukan Jerman terdesak Inggris, Stalin bahkan memerintahkan untuk tidak menembak pesawat Jerman yang terbang di langit Soviet. Kepercayaan Stalin kepada Jerman hancur disaat Jerman mengadakan Operasi Militer Barbarossa dan menyerang Soviet dengan lebih dari 3 juta pasukan tanggal 22 Juni 1941
(Baca juga: Joseph Stalin Manusia Baja)

Banyak Orang Percaya Soviet Mudah Ditaklukkan Jerman

Operasi Barbarossa telah ditargetkan menjadi pukulan telak bagi Soviet dan diharapkan dapat menguasai Soviet dalam kurun tiga higga enam bulan, bahkan banyak yang memperkirakan lebih cepat. Tentara Jerman membunuh dan melukai 150.000 tentara Soviet dalam minggu pertama, sementara Angkatan Udara Nazi menghancurkan lebih dari 2.000 pesawat Soviet hanya selama dua hari. Ketika tank dan pasukan Jerman menusuk ke wilayah Soviet, kebanyakan pengamat memprediksikan Rusia hanya akan bertahan selama beberapa minggu. Walaupun dalam kondisi terdesak, sepertinya pasukan Soviet yang tidak terbatas membangkitkan harapan untuk mengalahkan Jerman. Sementara dalam peperangan hingga November 1941 Rusia telah kehilangan beberapa juta jiwa pasukannya, mereka juga kehilangan ratusan ribu lainnya. Dalam peperangan yang ganas melawan Soviet, Nazi dipaksa kehilangan harapan menang dengan mudah. Pepereangan akan tetap berlangsung selama tiga setengah tahun kemudian.
Cuaca Ekstrem Memudahkan Kemenangan Soviet

Disamping kekuatan tentara merah, pasukan Jerman juga menderita akibat musim dingin yang mematikan. Rencana Hitler menguasai Rusia memang telah direncanakan matang sebelum musim dingin di Rusia, namun musim dingin dan kesulitan melawan tentara merah menghambat langkah mereka hingga akhit tahun 1941. Masih dengan seragam musim panas, pasukan Jerman bahkan harus menghangatkan diri mereka dengan membakar koran sebagai penghangat dari suhu lebih dari nol derajat. Mereka pun akhirnya membeku dan dilaporkan sebanyak 15,000 anggota tubuh setidaknya diamputasi.
Musim dingin juga menghambat pergerakan mesin perang Nazi. Tank dan jip tidak bisa dijalankan serta senapan mereka yang membeku. Tentara Soviet menyamar dalam musim dingin dengan senjata yang telah dimodifikasi mereka menyerang bahkan dalam kondisi dingin yang sangat berbahaya.
Wanita Rusia Maju di Garis Depan
Pemerintah Komunis sepertinya mengedepankan persamaan gender dan mungkin hal tersebut lebih baik dari kondisi militer Rusia saat ini. Hampir satu juta wanita Soviet ambil bagian dalam garis depan sebagai penembak pesawat, sniper, pasukan gerilya dan pilot. Mereka lebih dari pelengkap, bahkan kehadirannya sangat banyak, tentara wanita bahkan digelari sebagai petarung terganas di wilayah timur. Di antara mereka dikenal pilot Lydia dan Yekaterina Budanova yang telah menghancurkan banyak pesawat Jerman dan penembak jitu Lyudmila Pavlichenko yang membunuh lebih dari 300 tentara musuh. Untuk membuktikan kekuatan, mereka bahkan menempatkan diri dalam posisi yang paling berbahaya. Contohnya adalah salah satu pasukan Soviet yang paling ditakuti semuanya adalah resimen wanita penyelam pengebom yang mengebom pesawat Jerman di belakang garis wilayah Jerman.

Stalin Memerintahkan Pertempuran Hingga Darah Terakhir
Setelah mengetahui jutaan tentara Soviet tertangkap di awal Blitzkrieg, Stalin menerbitkan “Peraturan  No.270” yang menyatakan semua tentara yang menyerah ataupun membiarkan diri mereka tertangkap dinyatakan sebagai pengkhianat negara dan akan dieksekusi mati jika mereka kembali ke Rusia. Stalin juga menerbitkan “Peraturan no. 227” yang lebih dikenal sebagai “Tidak ada yang boleh mundur” berisi penembakan langsung bagi tentara yang mundur. Dalam perintah ini, juga disediakan sebuah pasukan yang menembaki tentara yang mencoba kabur. Peraturan tersebut memang menambah semangat juang Soviet namun juga merupakan ancaman. Setidaknya menurut laporan terdapat 150,000 tentara yang ditembak mati dan 15,000 jiwa tewas selama pertempuran Stalingrad.

Terjadi Pertempuran Tank Terbesar Sepanjang Sejarah
Di front timur biasanya dikenal dengan pertempuran berdarah di Stalingrad dan pertempuran sengit Leningrad, namun saat itu juga terdapat lokasi pertempuran tank terbesar tahun 1943 yang dikenal sebagai pertempuran Kursk, sebanyak 6,000 tank, 2 juta tentara dan 5,000 pesawat betempur dalam salah satu perang yang menentukan di benua biru.  Pertempuran diawali ketika Jerman bergerak dan bertemu tentara Rusia. Hitler menunda penyerangan selama beberapa minggu untuk menunggu tank Tiger tiba sekaligus memberi waktu kepada Soviet mengamankan wilayah mereka. Ketika Jerman benar benar menyerang, mereka menjadi seperti badai yang menghancurkan ribuan tank dan membunuh 350,000 tentara dalam pertempuran tersebut. Gagal melawan pertahanan Soviet, akhirnya Jerman mundur dari Kursk tanggal 13 Juli. Mundurnya pasukan Jerman membuat hal tersebut menjadi pertempuran sulit bagi Nazi di Eropa Timur.

Jerman dan Rusia Bertindak Brutal
Peperangan di wilayah timur lebih besar dan lebih hebat dari wilayah barat, namun hal tersebut juga berlangsung lebih brutal. Kedua pihak mengabaikan peraturan Internasional dan berlaku semena-mena kepada musuh dan masyarakat sipil. Pasukan Jerman menghancurkan desa-desa selama penyerbuan ke Rusia, kaum Yahudi dan suku minoritas lainnya juga diperas dan dibantai dalam kamar gas Jerman. Kota lain yang dihancurkan dengan kejam adalah Leningrad, dimana saat itu satu juta warga sipil tewas dalam perang selama 28 bulan. Tentara merah membalas perlakuan kejam pasukan Jerman dengan invasi mereka ke Berlin tahun 1945 dengan membunuh ribuan warga sipil.



Tahanan Perang Jerman Terakhir Baru Dibebaskan 1956
Ketika Sekutu di front barat melepaskan tahanan 
Perang II terkahir tahun 1948, banyak tahanan perang Jerman di Uni Soviet bahkan tetap ditahan lebih lama. Kebanyakan dari mereka dipekerjakan sebagai tahanan pekerja di pertambangan, lebih parah lagi antara 400,000 orang sampai sejuta orang meninggal selama penahanan oleh Rusia. Sekitar 20,000 tahanan masih ditahan sampai kematian Stalin tahun 1953 dan 10,000 lainnya belum dibebaskan sampai tahun 1956.

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon