Selasa, 24 Mei 2016

Delapan Fakta Menarik Mengenai Hukum Hammurabi

Loading...


Sumber gambar wisegeek.com
Pada abad ke 18 SM, raja Babilonia Hammurabi membuat sebuah kumpulan dari 282 hukum yang mengatur tata keadilan untuk kekaisarannya pada masa Mesopotamia kuno. Ditulis dalam delapan kepingan batu diorite sebagai tugu peringatan, hkum tersebut mengatur mulai dari hak kepemilikan masyarakat dan hukuman atas kejahatan seperti perbudakan dan perceraian yang diganjar dengan hukuman berat. Hukum pra-Injil tersebut membentuk kehidupan rakyat Babilonia selama kepemimpinan Hammurabi, namun pengaruh mereka akan memengaruhi dunia kuno bahkan selama ribuan tahun kemudian. Berikut ini adalah delapan fakta sejarah yang menarik dibalik hokum Hammurabi.
Hukum Hammurabi Bukanlah yang Tertua

sumber gambar traveltoeat.com
Hukum Hammurabi kadang disebut sebagai hokum tertulis yang tertua, namun penelitian menunjukkan setidaknya ada dua hukum tertulis tua lainnya di Timur Tengah. Hokum tertua ditulis oleh pemimpin Sumeria Ur-Nammu di kota Ur yang berumur abad 21 SM, bukti tersebut juga menunjukkan bahwa hokum Sumeria buatan Ishtar dari Isin telah ditulis dua abad sebelum kehadiran hukum Hammurabi. Kedua hukum ini mengejutkan mengingat terdapat kemiripan gaya bahasa, membuat para peneliti berasumsi beberapa hukum tersebut saling memengaruhi bahkan ketiganya berasal dari sumber yang sama.
Hukum Hammurabi berisi Peraturan Aneh dan Mengerikan


Hukum Hammurabi adalah salah satu contoh paling terkenal dari persepsi masyarakat kuno tentaang “lex talionis,” hukum pembalasan yang mengatakan bahwa “mata dibalas dengan mata”. Di baawah system ini, jika seseorang mematahkan tulang orang lain, tulangnya akan dipatahkan sebagai hukuman. Sementara dalam hukum masyarakat terkadang kita menemukan keunikan dan keanehan cara hukuman mati. Jika ditemukan sepasang ibu dan anak berzina, mereka akan dibakar sampai mati, kecuali mereka ingin membunuh satu sama lain, mereka berdua diampuni. Bahkan dalam kejahatan kecil akan mengakibatkan hukuman yang mengerikan. Contohnya jika seorang anak laki-laki memukul ayahnya maka tangan anak tersebut harus dipotong.
Untuk kejahatan yang tidak bisa dibuktikan atau dibantah dengan bukti yang kuat (seperti pengakuan penyihir), hukum tersebut membolehkan “penahanan dengan siksaan” —sebuah praktik yang tidak lazim dimana tersangka ditempatkan dalam sebuah kondisi yang mematikan untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. Hukum tersebut mencatat bahwa jika seorang tersangka lompat ke sungai dan tenggelam, penuntutnya akan “memiliki rumah tersangka.” Lalu jika Dewa membiarkan tersangka selamat, penuntut tersebut akan dihukum mati dan sebaliknya sang tersangka akan mendapatkan rumah sang penuntut.
Hukuman Diberikan Sesuai Kelas Masyarakat
sumber gambar nuttyhistory.com


Hukum Hammurabi melakukan cara yang tidak manusiawi untuk menegakkan keadilan, namun beberapa hukuman kejahatan bergantung kepada korban dan tersangka. Bahkan ketika hukuman tertulis “tulang dibalas tulang”, jika pelanggaran dilakukan dari masyarakat dengan status social tinggi kepada yang lebih rendah, maka hukumannya hanya berupa denda. Hukuman lainnya juga sangat tidak adil. Jika seorang pria membunuh seorang pelayan yang hamil, ia diganjar hukuman denda, namun jika ia membunuh seorang pelayan yang baru saja melahirkan, malahan anaknya yang harus dihukum mati. Hukum tersebut juga menuliskan perbedaan hukuman antara pria dan wanita dalam hal pernikahan. Pria boleh memiliki hubungan lebih dengan pelayan ataupun budaknya ketika dirinya telah menikah, namun jika yang melakukannya adalah wanita maka ia akan diikat dan dihanyutkan ke dalam sungai Eufrat bersama pasangannya.
Hukum Hammurabi Memberi Upah Rendah kepada Pekerja

sumber gambar historyonthenet.com


Hukum Hammurabi mengejutkan karena memutuskan hukuman yang aneh pada persoalan perceraian, kepemilikan pribadi dan larangan hubungan sumbang, namun hal yang paling mengejutkan adalah aturan upah yang rendah kepada pekerja. Beberapa pasal dalam hukum Hammurabi menuliskan beberapa pekerjaan dan menuliskan berapa jumlah upah pekerja. Upah untuk buruh tani dan penggembala adalah “8 gur jagung per tahun,” sedangkan pengemudi gerobak sapi dan tukang jahit dibayar 6 gur. Dokter bahkan dibayar 5 shekel uang untuk menyembuhkan patah tulang atau luka lain, namun hanya dibayar 3 shekel untuk mengobati seorang budak yang merdeka dan 3 shekel untuk budak.
Hukum Tersebut Menjadi yang Pertama dalam Hal Praduga Tidak Bersalah

Sementara hukum tersebut dikenal dengan hukuman yang kejam, hukum Hammurabi juga berisi beberapa hal yang dapat dicontoh hingga kini. Compendium adalah dokumen tertua yang berisi “seseorang tidak bersalah sampai dapat dibuktikan.” Faktanya hukum ini membutuhkan pembuktian oleh para penuntut dalam kebiasaan yang ekstrem ketika dikatakan ,“jika seseorang dituntut sesuatu hal criminal sebelum dirinya tua, dan tidak dapat dibuktikan kesalahan dirinya, ia harus menerima tuntutan hukuman hakim dan dihukum mati.” Hukum tersebut juga terdapat cara modern dalam proses pengadilan. Contohnya ketika dua pihak berselisih, prosedur resmi menyatakan bahwa mereka harus membawa kasus mereka ke pengadilan dan menunggu hakim memutuskan perkara dengan bukti dan saksi.
Sejarawan Masih Belum Meyakini Fungsi Hukum Hammurabi


sumber gambar history-world.org
Hukum Hammurabi mungkin menawarkan pedoman kehidupan sehari-hari kekaisaran Babilonia kuno, namun bagaimana hukum tersebut berfungsi dalam masyarakat masih menjadi pertanyaan. Peninggalan tersebut mungkin menjadi sebuah amandemen hukum yang lebih tua dan umum, namun hal tersebut mungkin berfungsi sebagai langkah hukum dari permasalahan sehari-hari. Beberapa sejarawan bahkan telah berpendapat hukum tersebut bukan merupakan peraturan resmi dan lebih kepada propaganda kerajaan yang dibuat seolah-olah menjadikan Hammurabi pemimppin yang hebat. Bagaimanapun hukum ini digunakan, ada beberapa keraguan bahwa pilar tersebut dibangun untuk dipajang. Dalam penutup hukum tersebut, Hammurabi sesumbar bahwa siapapun yang berselisih dan membaca peraturannya akan merasa senang.

Hukum tersebut Bertahan Hingga Kekaisaran Babilonia Hancur

sumber gambar cnn.com
Kekuasaan Hammurabi berakhir dalam kematiannya tahun 1750 SM sebelum kekaisarannya benar-benar hancur tahun 1595 SM ketika tentara kerajaan Hitit menghancurkan Babilonia dan menjarahnya. Namun hukum Hammurabi menjadi begitu berpengaruh karena hal tersebut menjadi pegangan yang resmi selama beberapa abad, bahkan ketika kekuasaan di Mesopotamia berpindah tangan. Mengkopi hukum tersebut sepertinya juga menjadi hal yang populer. Faktanya, bagian dari hukum tersebut ditemukan dalam lempengan gerabah bertanggal abad V SM, atau lebih dari seribu tahun setelah era Hammurabi.
Hukum Hammurabi Belum Ditemukan Hingga abad ke-20 M

Sumber gambar 
Hukum Hammurabi mencerminkan bentuk dunia kuno, namun hukum tersebut luput dari sejarah sebelum ditemukan tahun 1901, ketika sebuah tim arkeolog Perancis menemukan monument tiang batu diorite di kota kuno Susa di Iran. Sejarawan percaya bahwa raja Elamite Shutruk-Nahhunte menjarah batu seberat empat ton tersebut pada tahun 1200 SM  dalam penyerangan ke kota Sippar di Babilonia lalu membawanya ke Susa sebagai harta rampasan perang. Shutruk-Nahhunte dikatakan telah menghapus beberapa peraturan dan menggantinya dengan peraturan miliknya, namun teks tersebut tidak pernah ditambahkan. Hari ini, pilar tersebut dipajaang di Museum Louvre di Paris.

Disadur dengan pengubahan dari laman

 

 




Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon