Senin, 16 Mei 2016

9 Fakta Unik Tentang Albert Einstein

Loading...

Albert Einstein lahir di kota Ulm, Jerman pada 14 Maret 1879. Dimulai dengan karya ilmiahnya tahun 1905, ia mendalami fisika klasik dengan teori umumnya yang special tentang relativitas yang secara revolusioner membuat para ilmuwan memahami segalanya dari ruang dan waktu hingga gravitasi serta energy. Pemikirannya yang menjadi fondasi ilmu pengetahuan membuat dirinya menjadi semacam sinonim untuk kejeniusan, namun ia juga dikenal dengan ide perdamaian dan dukungan terhadap hak asasi manusia. Berikut ini kami sajikan untuk Anda sembilan fakta mengejutkan tentang tokoh yang mengejutkan di abad 20 tersebut.

Einstein Menguasai Matematika Sejak Kecil



Siswa yang tidak dihargai ini memang dikenal menguasai matematika di usia muda, namun perjalanan hidupnya menunjukkan ia adalah siswa istimewa. Ia mendapatkan nilai yang sangat baik selama di sekolah di Munich dan hanya kesal akibat sebutannya di sekolah sebagai “mesin disiplin” oleh gurunya. Anak kecil yang nantinya akan memenangi nobel tersebut berhenti sekolah di umur 15 dan kabur dari Jerman karena wajib militer, namun di sekolah ia memang special karena pemikiran yang kompleks dalam matematika dan konsep keilmuan yang matang bagi anak seusianya. Nanti ketika ada pemberitaan yang mengatakan bahwa dirinya gagal dalam pelajaran matematika kelas lima, ia membantah dengan mengatakan dirinya telah menguasai materi diferensial dan kalkulus integral sebelum berumur lima belas tahun.

Tidak Ada yang Mengetahui Bagaimana Nasib Anak Perempuan Pertamanya


Tahun 1896, Einstein melepas kewarganegaraan Jerman dan belajar di sekolah Politeknik Federal Swiss di Zurich. Disana ia mulai memiliki hubungan asmara dengan Mileva Maric, seorang magang bidang fisika dari Serbia. Paangan tersebut kemudian menikah dan mempunyai dua putra, namun setahun sebelum mereka menikah ternate mereka telah memiliki anak hasil hubungan pranikah bernama Lieser. Einstein tidak pernah membahas tentang anaknya dalam keluarga dan para penulis biografi dirinya bahkan tidak menyadari keberadaan putri Einstein tersebut sampai membuka dokumen pribadi miliknya di akhir 1980-an. Keberadaannya menjadi misteri hingga saat ini. Beberapa ilmuan mengangap Lieser meninggal akibat demam scarlet tahun 1903, sementara yang lain percaya bahwa ia selamat dari penyakit dan diadopsi kerabat Maric di Serbia.

Butuh Sembilan Tahun untuk Bisa Mengajar 



Meskipun Einstein menunjukkan kejeniusan selama pendidikan di Politeknik Zurich, kepribadiannya yang suka memberontak dan hobi bolos dari kelas membuat professor pembimbingnya memberi kesulitan untuk kelulusan hingga tahun 1900. Fisikawan muda tersebut kemudian menghabiskan dua tahun untuk mendapatkan posisi di universitas sebelum menghasilkan hak paten atas pemikirannya di Swiss. Meskpun sulit, pekerjaan tersebut memberikan posisi sempurna bagi Einstein bahwa ia bisa bersantai dalam tugasnya di kantor dan menghabiskan waktu lainnya untuk meneliti. Tahun 1905, kadang disebut tahun keajaiban,karena ia mempublikasikan artikel yang mempromosikan persamaan miliknya yang terkenal E=mc2 dan teori relativitas. Meskipun penemuannya membuat Einstein diperhitungkan dalam kancah keilmuan dunia, ia masih belum mendapatkan gelar professor hingga tahun 1909.

Ia Menawarkan Hadiah Nobel Sebagai Perjanjian Perceraian



Setelah pernikahannya dengan Mileva Maric mulai kurang harmonis di tahun 1910-an, Einstein meninggalkan keluarganya, menuju Berlin dan mulai memiliki hubungan dengan sepupunya, Elsa. Ia dan Maric akhirnya bercerai tahun 1919. Sebagai perjanjian perceraian mereka, Einstein berjanji untuk memberikan berapapun tunjangan tahunan yang diterima dari hadiah Nobel karena ia sangat yakin akan memenangkannya. Einstein akhirnya mendapatkan gelar tersebut tahun 19222 karena penemuan efek fotoelektrik. Ia kemudian menikah dengan Elsa yang menjadi istrinya hingga ajal istrinya tahun 1936.

Gerhana Matahari Membuat Einstein Dikenal Dunia



Tahun 1915, Einstein mempublikasikan sebah teori mengenai relativitas yang menyatakan bahwa tempat yang memiliki gravitasi menyebabkan distorsi ruang dan waktu. Hal itu pun mengubah teori fisika secara fundamental, oleh karena itu teori tersebut menjadi kontroversi hingga Mei 1919, dimana terjadi gerhana matahari total yang menunjukkan kondisi persis seperti dinyatakan dalam teori miliknya yang mengklaim benda yang sangat besar—dalam hal ini matahari—akan menyebabkan pembengkokan cahaya melintas. Astronom Inggris Eddington sangat berharap bisa membuktikan teori Einstein, oleh karena itu ia pergi ke Afrika Barat dan memotret gerhana. Gambarnya pun bisa membuktikan dengan tepat apa yang Einstein katakan, kontan Einstein menjadi terkenal. Koran menyamakan dirinya dengan Isaac Newton dan ia pergi ke penjuru dunia untuk mengajarkan teori tentang kosmos miliknya. Menurut penulis biografi Einstin, Walter Isaacson, enam tahun setelah gerhana tahun 1919, lebih dari 600 buku menulis perihal teori relativitas.

FBI Mengawasinya Bertahun-tahun


Tidak lama setelah kenaikan Hitler tahun 1933, Einstein meninggalkna Berlin menuju Amerika Serikat dan menduduki jabatan di Institut Princeton, New Jersey. Dukungannya terhadap perdamaian, hak asasi manusia dan pandangannya yang kekiri-kirian menimbulkan kecurigaan penyelidik FBI yaitu J. Edgar Hoover dan setalah ia sampai di Amerika, FBI memerintahkan memata-matai Einstein selama 22 tahun. Penyelidik menyadap telepon, surat dan memeriksa isi tong sampah dalam upaya kecurigaan dirinya menjadi mata-mata Soviet. FBI bahkan mengklaim Einstein mengembangkan sinar kematian. Sangkaan tersebut tidak terbukti, namun hingga kematian Einstein FBI telah mengumpulkan 1.800 lembar data dirinya..

Einstein Mengkhawatirkan Pengembangan Senjata Nuklir


Akhir 1930-an, Eintein memelajari penelitian baru yang menjadikan peneliti Jerman lebih maju dalam membuat bom atom. Senjata penghancur dunia telah dimiliki Nazi, hal itulah yang membuat Einstein memilih jalur perdamaian dan bekerjasama dengan fisikawan Leo Szilard yang membantu dirinya menulis Surat kepada Presiden Roosevelt mengadakan penelitian bom atom. Meskipun Einstein tidak pernah memiliki kontribusi langsung terhadap proyek Manhattan, nantinya ia menyatakan penyesalan besar tentang andil dirinya yang secara tidak langsung berperan dalam pengeboman Hiroshima dan Nagasaki. Ia kemudian menjadi pihak yang menyerukan pelucutan senjata nuklir dalam pemerintahan dunia. Hampir sebelum kematiannya tahun 1955, ia bergabung bersama filsuf Bertrand Russel menandatangani “Russell-Einstein Manifesto,” sebuah surat terbuka yang menekankan risiko perag nuklir.

Ia Diminta Menjadi Presiden Israel



Walaupun ia bukan pribadi religious, dirinya memiliki koneksi yang cukup dalam dengan kebudayaan Yahudi dan menolak gerakan anti-Semit. Ia tidak pernah menjadi golongan Zionis yang keras, namun ketika pemimpin negara tersebut, Chaim Weizmann, meninggal tahun 1952, pemerintah Israel menawarkan kesepakatan menunjuknya menjadi presiden kedua Israel. Pria berumur 72 tahun tersebut lantas menolaknya. “ Selama hidup, saya telah membuat kesalahan, terlebih lagi saya kurang cakap dalam mengatur masyarakat dan menjalankan tugas yang bersifat fungsional” tulis Einstein kepda duta besar Israel.

Otak Einstein Dicuri Ketika Kematiannya



Ia meminta tubuhnya dikremasi sebelum kematiannya bulan April 1955, namun sesuatu yang aneh terjadi, patolog Universitas Princeton Thomas Harvey mengambil otak Einstein selama otopsi untuk mengetahui apa penyebab kejeniusan dirinya. Setelah mendapat persetujuan anak-anak Einstein, Harvey memotong otak Einstein menjadi beberapa bagian dan mengadakan berbagai penelitian. Berbagai penelitian telah dilakukan sejak 198-an, namun hasilnya masih diragukan. Barulah tahun 1999 ketika tim dari Universitas Kanada mempublikasikan sebuah hasil yang kontroversional dimana Einstein memiliki anomali dalam lipatan otak di bagian parietal lobe, sebuah bagian yang berhubungan dengan kemampuan matematika dan spasial.
disadur dengan pengubahan dari laman

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon