Kamis, 12 Mei 2016

5 Pemberontak Terkenal di Dunia

Sejak dahulu coups d’état telah menjadi sebuah cara yang umum untuk merebut kursi kepemimpinan bagi orang yang tidak memiliki darah bangsawan dan keberuntungan lainnya. Tidak seperti revolusi yang merupakan gerakan massa, coups d’état hanya mendapat dukungan dan memengaruhi sebagian kecil masyarakat dari kelas atas dan didukung oleh kekuatan militer mumpuni. Kami menyajikan Anda 5 pemimpin dalam pemberontakan klasik yang menggusur rezim lama dan memimpin negara mereka.

Napoleon Bonaparte

Kontan setelah kembali dari tugas militernya yang memuaskan dalam perjalanan yang dimulai Oktober 1799, Napoleon Bonaparte mulai merencanakan bagaimana menggusur lima anggota Dewan yang menguasai Perancis. Dengan dukungan beberapa tokoh pemerintah, termasuk dua dari lima anggota Dewan, Napoleon menyusun sebuah rapat legislatif spesial yang bertempat di Paris tanggal 10 November. Dengan strategi propaganda yang mumpuni, ancaman dan pemerasan, ia berharap dapat memengaruhi anggota dewan untuk mengangkat dirinya.  Dewan Rendah justru menolak mentah-mentah dirinya dan mengejarnya. Namun ia bersiasat untuk membuat tentara mengamankan wilayah tersebut lalu memaksa tiga anggota dewan sisanya untuk memilihnya. Dengan serangkaian upaya menguasai pemerintahan Prancis, akhirnya Napoleon berhasil menduduki kursi kepemimpinan dan menggelari dirinya sebagai seorang kaisar.

Francisco Franco

Ketika koalisi politik antara kelompok kiri memenangi pemilihan umum di Spanyol bulan Februari 1936, Jenderal General Francisco Franco sedang berada di Pulau Kenari. Walaupun ia berada di tempat yang jauh, ia memaksa bergabung dalam sebuah gerakan rahasia yang membunuh politisi konservatif. Tanggal 18 Juli pesan Franco berisi sebuah manifesto yang menggulingkan pemerintahan resmi di Spanyol. Ketika seluruh tentara Spanyol mengikuti perintahnya, ia berangkat dari pulau Kenari menuju wilayah jajahan yakni Maroko, dimana terjadi pemberontakan sehari sebelumnya dan memimpin perlawanan tersebut. Pemberontakan di Spanyol tidak berjalan lancar dan hanya berhasil menguasai sepertiga wilayah Spanyol serta mengakibatkan perang saudara selama tiga tahun. Akhirnya ia berhasil menguasai Spanyol dengan bantuan kubu fasis, pendukung kerajaan dan petinggi gereja katolik. Nantinya Francisco “El Caudillo” akan memimpin Spanyol hingga akhir hayatnya tahun 1975.

Muammar al-Qaddafi

Lahir dalam keluarga Badui Arab, Muammar al-Qaddafi tumbuh dalam lingkungan yang membenci pasukan sekutu dan monarki Libya. Mengetahui kerajaan melemah pria yang saat itu berusia 27 tahun mencoba menguasai kerajaan tanggal 1 September 1969 disaat raja Idris berada di luar negeri tepatnya dalam Rumah Sakit. Dengan Armada militer, ia menuju Tripoli dan Benghazi bersama 70 rekannya menguasai istana kerajaan dan gedung-gedung pemerintahan lainnya, memutus aliran komunikasi dan memenjarakan beberapa petinggi negara. Hanya 2 jam berlangsung, kudeta tanpa korban tersebut berhasil. Pada siaran radio esoknya, Qaddafi menyampaikan kepada rakyatnya bahwa rezim lama yang korup telah digulingkan. Namun Qaddafi nantinya akan memaksakan semua keinginannya dalam segi pemerintahan. Dengan perbedaan pendapat yang panas serta konflik berkelanjutan dengan Amerika, ia akan tetap memerintah Libya selama 42 tahun lamanya sebelum terbunuh dalam gejolak “arab spring” tahun 2011.

Idi Amin

Pribadi yang ramah mengantarkan Idi Amin menuju karir militer cemerlang di Uganda. Meskipun ia awalnya merupakan sekutu Presiden Milton Obote yang mengantarkan kemerdekaan Uganda dari Inggris tahun 1962, kedua orang tersebut mulai saling tidak percaya. Selama pergi menuju konferensi di Singapura, Obote dengan rahasia memerintahkan penangkapan Idi Amin. Cerita berbalik total pada 25 Januari 1971, ketika Obote masih di luar negeri, pasukan pimpinan Idi Amin bergerilya menguasai bandara dan fasilitas strategis negara lainnya lalu mengumumkan kudeta yang berhasil melalui siaran radio ke penjuru negeri. Meskipun ia berjanji menegakkan demokrasi, ia justru menjadi seorang yang bertangan besi dalam memerintah Uganda, membantai 300,000 lawan politiknya selama delapan tahun kepemimpinannya. Setelah terdesak pasukan Uganda dan Tanzania, Amin kabur menuju Saudi Arabia seumur hidupnya tanpa menjalani hukuman.

Augusto Pinochet

Sebagai seorang perwira militer, Augusto Pinochet menjadi kepala militer Chile disaat yang sama ia mendapat bantuan dari CIA dalam aksi makae melawan Presiden Salvador Allende. Pada 11 September 1973, angkatan laut Chile merebut pelabuhan kota Valparaiso ditambah serbuan tank dari sudut kota, Pinochet juga memerintahkan dua pesawat tempur menembakkan roket ke arah istana presiden. Setelah api berkobar, tentara lalu mengelilingi istana tersebut dan memaksa Allende yang seorang Marxist bunuh diri ketimbang mesti menyerah kepadanya. Pinochet kemudian membantai banyak pendukung Allende, meskipun tanpa adanya peradilan yang jelas. Pinochet lalu memerintah selama 17 tahun. Dokumen negara Amerika kemudian menunjukkan bahwa di bawah komando Presiden Nixon, CIA telah mendukung kudeta terhadap Allende, menyokong pendanaan dan menggoyang perekonomian Chile. Tragis, CIA kemudian memainkan peran membunuh Jenderal Pinochet.

disadur dengan pengubahan dari laman

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon