Minggu, 15 Mei 2016

10 Fakta tentang Genghis Khan

Loading...


Selama masa kepemimpinannya dari 1206 hingga kematiannya tahun 1227, pemimpin Mongol Genghis Khan menaklukkan hampir 12 juta mil persegi wilayah bumi. Selama masa tersebut, ia menaklukkan dengan kejam. Asia dan Eropa berkorban jutaan jiwa, namun bangsa Mongol juga mengalami modernisasi kebudayaan, memasukkan unsur kebebasan beragama dan membantu terjadinya kontak terbuka antara wilayah Barat dan Timur. Mari kita temukan 10 fakta menarik selama masa kejayaan Genghis Khan tersebut.

1.       “Genghis” Bukanlah Nama Sebenarnya.



Pria yang nantinya menjadi “Khan yang Agung” di mata rakyat Mongol terlahir di sepanjang Sungai Onon sekitar tahun 1162 dan bernama asli Temujin, yang berarti “baja” atau “pandai besi.” Ia tidak digelari nama “Genghis Khan” hingga 1206, disaat ditinya memproklamasikan diri sebagai pemimpin Mongolia dalam acara pertemuan suku Mongol yaitu “kurultai.” Sementara kata “Khan” berarti “pemimpin”, sejarawan masih belum menemui kepasian arti nama “Genghis.” Nama tersebut mungkin berarti “Lautan” atau “hanya”, namun dalam beberapa konteks biasanya diterjemahkan sebagai “pemimpin tertinggi” atau “pemimpin semesta.”

2.      Ia Memiliki Masa Kecil Yang Keras.



Sejak kecil, Genghis Khan terbiasa hidup dalam suasana mencekam ala Mongolia. Musuhnya dari suku Tatar meracuni ayahnya disaat dia berumur sembilan tahun, dan sukunya bahkan mengusir ibu dan keenam saudaranya yang lain sendiri. Genghis tumbuh sebagai pemburu dan mencari makaan untuk bertahan, ketika remaja hampir saja ia membunuh saudaranya hanya karena berebut makanan. Selama masa remaja, klan musuhnya menawan sukunya dan menjual mereka sebagai budak sebelum ia kabur. Terlepas dari itu semua, disaat umur 20-an awal ia telah menyatakan dirinya sebagai pemimpin dan ksatria hebat. Setelah mempersatukan Mongolia tahun 1206, ia mulai melaksanakan ambisi menaklukkan dunia.

3.      T.idak Ada Dokumen yang Menceritakan Bagaimana Genghis Khan Sebenarnya



Untuk seorang yang sangat berpengaruh, sangat sedikit yang dapat dketahui tentang kehidupan pribadi Genghis Khan atau bahkan bagaimana penampilan fisiknya. Tidak ada gambar ataupun foto darinya yang tersisa, dan sedikit informasi yang tersisa masih menjadi perdebatan di antara sejarawan sendiri. Kebanyakan cerita menggambarkan Khan sebagai orang bertubuh tinggi dan berjenggot tebal. Mungkin deskripsi yang paling mengejutkan datang dari penjelajah Persia abad ke-14 Rashid al-Din, beliau mengklaim Khan memiliki rambur merah dan mata hijau. Pendapat Al-Din masih dipertanyakan sebab ia tidak pernah bertemu Khan secara langsung, namun bagaimana penampilannya tidak diketahui bahkan dikalangan Mongol sendiri.

4.      Beberapa Jenderal Kepercayaannya adalah Mantan Musuhnya



Khan yang Agung memiliki insting yang tepat dalam memilih orang, biasanya ia menaikkan jabatan seseorang berdasarkan keahlian dan pengalaman dibandingkan dengan factor klan, kelas social atau bahkan kenangan masa lalu. Satu contoh yang diyakini menjadi penanda system meritokrasi datang di saat tahun 1201 saat peperangan melawan musuh Suku Taijut, dimana Khan hampir terbunuh setelah tunggangannya tertembak panah. Nantinya ketika ia menanyakan kepada tahanan dari Suku Taijut siapa yang bertanggung jawab atas kuda miliknya, seseorang dengan berani berdiri mengakuinya. Kagum dengan keberanian musuhnya, Genghis Khan malah menjadikannya pemimpin pasukannya dan dijuluki sebagai “Jebe” atau “panah.” Selama menjadi pasukan Genghis Khan, Jebe nantinya menjadi salah satu jenderal lapangan Mongolia yang terkenal dalam penaklukkan di Asia dan Eropa.

5.      Ia Teguh Memegang Janji



Khan kadang memberi kerajaan lain kesempatan untuk menyerah secara damai di bawah kekuasaan Mongol, namun ia tidak menginginkan pertumpahan darah di kerajaan tersebut. Salah satu kisah pembalasan dendam terjadi tahun 1219, setelah Shah dari kerajaan Khawarezmi mengkhianati sebuah perjanjian dengan Mongol. Genghis Khan menawarkan Shah sebuah perjanjian dagang di wilayah Jalur Sutera, namun ketika utusannya yang pertama dibunuh, ia dengan murka menurunkan seluruh pasukannya di Kerajaan Khawarezmi. Perang terus berlanjut dengan jutaan korban jiwa dan keruntuhan kerajaan tersebut. Ia terus melanjutkan penaklukan ke timur dan berperang melawat Tangut dari Xi Xia, satu kelompok mongol yang menolak bergabung bersamanya dalam penaklukan Khawarezmi. Genghis Khan memerintahkan pembunuhan kepada seluruh keluarga kerajaan Tangut sebagai tanda pengkhianatan kepadanya.
6.      Ia Bertanggung Jawab atas Kematian 40 Juta Jiwa
Sementara mustahil bagi kita mengetahui seberapa banyak korban selama penaklukan bangsa Mongol, banyak sejarawan berspekulasi tentang jumlah korban jiwa di kisaran 40 juta orang. Sensus di abad pertengahan menunjukkan korban lebih dari sepuluh juta orang selama kekuasaan Genghis Khan, dan para peneliti memperkirakan ia mungkin telah membunuh hampir tiga perempat populasi warga Iran saat ini. Juga dikatakan bahwa penyerangan yang Mongol mungkin mengurangi 11 persen populasi warga dunia kala itu.
7.      Ia Mengayomi Para Pemeluk Agama
Tidak seperti kebanyakan pemimpin, Khan menjunjung tinggi keberagaman dari negeri taklukannya. Ia membuat peraturan tentang kebebasan beragama untuk semua orang bahkan ia memungut pajak rumah ibadah. Toleransi ini tentu bermuatan politis karena ia tahu rakyat taklukannya pasti akan senang, namun bangsa Mongol juga pada dasarnya menghormati kebebasan beragama. Sementara Genghis Khan dan banyak warga Mongol meyakini Shamanisme, sebuah keyakinan tentang roh langit, angin dan pegunungan, namun penduduk taklukannya memiliki keberagaman keyainan seperti Kristen, Buddha, Islam dan berbagai keyakinan lain. Khan juga menaruh minat besar terhadap kehidupan agama secara personal. Ia biasanya berdoa beberapa hari sebelum penaklukannya ke wilayah lain dan ia kadang bertemu dengan para pemuka agama lain untuk menjelaskan prinsip agama mereka masing-masing. Masa tuanya diisi dengan diskusi bersama pemimpin aliran Tao Qui Chuji mengenai keabadian dan filosofi kehidupan.
8.       Ia Membuat Sistem Pertahanan Pos Pertama di Dunia

Selain dengan panah dan kuda, senjata paling memetikan bangsa Mongol adalah jaringan komunikasi yang luas. Salah satu bukti Khan memengauhi formasi pasukan berkuda adalah formasi “Yam.” Formasi ini tersusun atas sebuah gabungan dari pos-pos keamanan di sepanjang perbatasan kekaisaran. Dengan beristirahat di setiap pos keamanan, pasukan berkuda dapat menempuh jarak hingga 200 mil per hari. System tersebut membuat suplai barang dan informasi bergerak dengan kecepatan tinggi dan menjadi tangan serta kaki Khan. Formasi tersebut juga menjaga keamanan para pedagang dalam perjalanan. Nantinya pelayanan tersebut juga digunakan para penjelajah seperti Marco Polo dan John dari Plano Carpini.
9.      Tidak Ada yang Tahu Kapan dan Dimana Kematiannya

Dari sepanjang kisah hidupnya yang misteri, mungkin bagian yang paling diperhatikan sejarawan adalah bagaimana akhir kisah kehidupan seorang Genghis Khan. Cerita tradisional mengatakan dirinya meninggal tahun 1227 akibat luka jatuh dari kuda, namun sumber lain mencatat berbagai akhir hidupnya, mulai dari terkena malaria sampai luka panah di kaki. Salah satu kisah yang menjadi perdebatan adalah ia dibunuh saat memaksa menikahi puteri China. Bagaimanapun akhir kehidupannya, Khan tetap mengubur rapat dimana ia dikuburkan. Menurut legenda, upacara penguburannya sampai mengharuskan semua orang yang hadir untuk bunuh diri. Kuburannya mengacu kepada tempat yaitu Burkhan Khaldun, namun lokasi persisnya masih dipertanyakan..
10.   Soviet Ingin Menghilangkannya dari Sejarah Mongolia

Genghis Khan saat ini dikenal sebagai pahlawan dan bapak bangsa Mongolia, namun selama era pemerintahan Soviet abad ke-20, penyebutan namanya bahkan dilarang. Upaya menghilangkan sejarah bapak bangsa Mongolia tersebut dilakukan dengan menghilangkan kajian tentang dirinya dan melarang mengunjungi tempat lahirnya di Khentii. Penghapusan sejarah dirinya berakhir ketika Mongolia merdeka di awal 1990-an, sejak itulah dirinya kembali menjadi objek seni dan kebudayaan masyarakat. Genghis Khan menjadi nama Bandara utama di kota Ulan Bator dan terpampang di mata uang Mongolia.
disadur dengan pengubahan dari laman

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon