Kamis, 28 April 2016

Pendidikan : Aku tak mendidikmu untuk bekerja, tetapi...

Tags


Kuliah atau Kerja ?


“Saya lulus !. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah salah satu lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya hadir, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi menuju sesuati yang baru dan menuju tahap berikut yang akan datang kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen ( Ijazah ) kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

ilustrasi : Cari Kerja
Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup, bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara otomatis baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat ( penyanyi dan gitaris dadakan ), saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan tugas dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

ilustrasi : pencaharian ilmu
Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik mengerjakan hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil buku perpustakaan dan istirahat sejenak disana , walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan dengan nilai terbaik ? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya ? Saat saya meninggalkan bangku SMA , akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi yang pasti , karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar buta, dan saya lulus dengan nilai mumpuni di setiap subjek ( terkecuali matematika )  hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar, dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan dengan dunia yang sebenarnya yang tak pernah menberikan ulangan harian kepada saya, atau pertanyaan untuk diperdebatkan. Hal nyata yang ku hadapi bagaimana aku melakukan itu dengan nyata bukan sekedar teori, tapi kepastian dengan tindakan kerja nyata dan aku tak punya itu, aku hanya seorang penghafal dan diajarkan untuk itu sebagai keledai .

Keledai : SIMBOL KETOLOLAN
Dan saya sadar, jika saya ingin berbuat banyak , maka yang saya butuhkan bukan satu keahlian, dua, tiga atau hanya beberapa keahlian, tetapi banyak keahlian!. Karena disaat saya tak bisa menggunakan yang satu, saya masih memiliki beberapa keahlian dan saya rasa itu membantu saya . Kemudia hal yang selalu menjadi motivasi dan dorongan untuk saya adalah bahwa ketika saya bisa melaluinya maka saya sudah sedikit berhasil untuk mecapai keberhasilan yang lain. Ingat jangan pernah puas!, tetapi jangan jadi orang serakah pula, pendidikan untuk semua kelas, dan tak akan ada yang menghalanginya, bahkan Tuhan sekalipun. "

Perjuangan Sekolah ? Pasti!

# Pesan dari saya untuk anda...

" Pendidikan diciptakan dan digagas oleh para Cendikiawan bukan untuk mempraktekannya secara statis, tapi- pendidikan adalah jembatan untuk menghubungkan pengetahuan lain yang tidak kita ketahui."






*Coretan Malam Penulis yang memugar harapan dengan rekan seperjuangan.

Sumber : Ratapan dan Penyesalan Hidup

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon