Mengapa Siswa Indonesia suka Mencontek?


ini pertanyaan yang rumit untuk dijawab oleh saya sendiri. saya menulis ini hanya berdasarkan pengalaman saya yang pernah mencontek serta pengalaman teman-teman saya. Mungkin tulisan ini lemah karena hanya berisi hipotesis-hipotesis belaka yang belum teruji apakah benar hipotesis teresebut dengan kondisi yang ada? Alasan yang membuat para siswa hobi mencontek adalah "NILAI" bangsa kita adalah bangsa yang tegila-gila
akan nilai-nilai yang besar tidak peduli nilai tersebut bisa dipertanggung jawabkan atau tidak. Disini saya bukan bermaksud meragukan nilai-nilai yang ada di sekolah atau pun dikampus. hanya saja saya menanyakan apakah nilai tersebut sesuia dengan kualitas yang terjadi dilapangan, seringkali saya dapati Nilai UN Matematik tinggi, tetapi kemampuan matematika mereka kadang memilukan, sering kali membuat saya sedih. Pernah saya temui  kasus ini ketika saya di  SMA, UN Matematika SMP jauh melebihi saya, namun Nilai mereka yang tinggi tidak sesuai dengan kemampuan yang ada. Untung berhitung pecahan sederhan 1/2 + 1/.4 pun mereka bingung. Saya yakin kasus ini bukan hanya terjadi pada saya saja. banyak kasus ini terjadi di SMA lainnya. Betapa bangsa ini tergila-gila dengan nilai, dari tingkat siswa sampai tingkat pemerintah pun tergila-gila dengan nilai. Pemerintah pun sering membanggakan tentang kenaikan ekonomi yang menembus angka 5-6%  Padahal kenaikan ini dinikmati oleh siapa? kenyataannya Indeks Ketimpangan kita semakin melebar, yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Saya disini bukan bermaksud meragukan nilai-nilai yg ada, saya hanya meragukan proses yang mereka dapat, apakah cara yang digunakan adalah cara yang jujur atau cara yang kotor? Padahal menurut saya inilah biang keladi korupsi Indonesia tidak pernah terputus,  mencontek menjadikan kita sebagai bibit baru koruptor. seseorang yang ketagihan mencontek dan tergila-gila dengan NILAI akan menghalalkan segala cara untuk pencapaiannya. Apakah generasi mudah harus disalahkan? tidak, genarasi muda hamya meniru yang dilakukan oleh orang tua meraka. orang tua mereka sudah terbiasa curang dan mau tidak mau anaknya meniru prilaku orang tua tersebut. Orang tua disini harus memberikan contoh yang baik dan berusaha mengikis kebudayaan mencontek tersebut, kebudayaan ini adalah cikal bakal benih koruptor baru dimasa depan. Saya juga memprotes dengan sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia, kenapa saya memprotes sistem yang ada? Sebab sistem yang ada membuat siswa tidak lebih dari mesin pengejar nilai yang sudah terprogram dari SD sampai Perguruan Tinggi, Apalah artinya belajar jika hanya mengejar nilai semata?  Sistem nilai minimum harus dihentikan, sebab ini membuat siswa depresi. Ingat kemampuan setiap anak adalah berbeda, meeka diberkati kecerdasan yang berbeda-beda. kita tidak bisa memaksakan semua anak untuk melahap semua mata pelajaran yang diajarkan disekolah. Ini membuat anak menjadi depresi dan menghalalkan segala cara untuk lulus. Kita harus menghentikan budaya berhala NILAI, kita harus mengedepankan sebuah proses bukan semata-mata hasil saja yang berupa NILAI. Karena tujuan utama dalam pendidikan sendiri adalah sarana untuk melatih otak dan kecerdasan bukan sarana pencari NILAI. NILAI sering kali tidak sesuia dengan kapasitas orang tersebut, jangan anda kira NILAI atau IP yang tinggi menjamin orang tersebut cerdas. Sering kali perusahaan dikecewakan dengan IP yang setinggi langit tapi kapasitas kemampuan tidak ada. Cerminan dari kebudayaan pendidikan yang berasaskan berhala nilai adalah penurun kualitas pendidikan Indonesia di mata dunia, Padahal ketika orde baru kita merupakan kiblat pendidikan Asia Tenggara, dan banyak warga Asia Tenggara belajar di Indonesia. Namun ironisnya sekarang kita tertinggal dari negara yang pernah belajar dari kita. Ketika saya lulus SMA saya mulai menyadari bahwasannya saya didik seperti mesin untuk mencari nilai yang tinggi, tanpa memperdulikan apa esensi pelajaran itu sendiri ? Saya menjadi mesin scanner hebat menghapal semua rumus yang ada tanpa mengetahui esensi dari ilmu itu sendiri. akhirnya saya sadar saya melakukan kesalahan besar dalam hidup saya yaitu menjadi mesin. bahkan ketika SMA saya tidak pernah tau bagaimana rumus-rumus itu terbentuk, contohnya bagaimana rumus Pytagoras terbentuk, akhirnya saya menemukan jawabannya ketika lulus SMA. Saya rasa sistem pendidikan yang berbasis hapalan harus ditinggalkan dan kita harus beranjak pada sistem penalaran dan logika  yang mampu membuat manusia cerdas. Kita harus berhenti menjadikan nilai sebagai berhalan hidup dari bangsa kita, Ingatlah bahwasannya kemajuan sebuah bangsa itu ditentukan oleh Pendidikan, Pendikan yang buruk akan membuat generasi mendatang  buruk, Pendidikan yang baik akan membuat generasi mendatang baik dan membawa kemakmuran bangsa.

Sumber gambar:memobee
Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

Belum ada Komentar untuk "Mengapa Siswa Indonesia suka Mencontek?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel